Saya mengambil istilah aktivitas Jokowi dengan mengadakan blusukan atau mengunjungi rakyat kecil biasa kita istilahkan dengan turba (turun bawah) dimana pejabat mengunjungi rakyatnya untuk mengetahui keadaan rakyat secara langsung. Dalam blusukan pejabat itu berinteraksi dengan rakyatnya, membantu langsung rakyat yang tidak memiliki apa-apa, serta rakyat dapat melihat pemimpinnya. Blusukan sejarah adalah kunjungan ataupun turun langsung ke obyek-obyek sejarah untuk menggali informasi, rahasia sejarah, pendapat lain dari pelaku dan ahli sejarah, browsing internet dan lain sebagainya yang kesemuanya berguna bagi kita pencari informasi dan orang yang memberikan informasi. Orang yang menyediakan informasi mendapatkan keuntungan amal jariah dalam mengajarkan sejarah yang benar dan lurus. Blusukan sejarah memberikan daya tarik dalam belajar sejarah sehingga siswa siswi dapat belajar dengan nuansa Out door dan out space. Salah satu blusukan sejarah yang memberikan ketertarikan mengetahui ataupun memahami sejarah adalah fenomena dibalik detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia. Mari kita blusukan sejarah dengan mengetengahkan fakta yang terungkap dari History Under Cover saat peristiwa Rengas Dengklok hingga pelaksanaan proklamasi. Fakta lain mengatakan :
1. Soekarno-Hatta sebagai icon pemimpin bangsa yang memahami benar kehendak Jepang tidak akan memberi kemerdekaan kepada Indonesia, sehingga Sukarno-Hatta di “amankan” ke Rengas Dengklok oleh pemuda dari kesatuan PETA. Ada yang mengatakan, para pemuda PETA yang didikan Jepang ini mencium gelagat adanya keinginan dari sayap Islam untuk memerdekakan Indonesia menjadi Negara bersyariatkan Islam ( para pejuang dari Hizbullah) yang memang tidak suka dengan sikap dan tabiat prajurit didikan Jepang (PETA, HEIHO dan lain-lainnya ) yang sudah meninggalkan agamanya serta bersikap angkuh.
2. Di Rengas Dengklok Sukarno-Hatta di minta menjelaskan dan dipaksa untuk memproklamasikan secepatnya jika negara ini tidak ingin menjadi negara yang bersyariatkan Islam, menggantikan konsep Demokrasi Rakyat. Karena Sukarno sangat paham pemikiran tokoh-tokoh militan-radikal islam yang ingin menjadikan dasar negara Indonesia berlandaskan syariat Islam.
3. Akibat mendapat desakan dan ancaman pemuda akan bertindak emosi untuk berhadapan dengan pihak lain yang ingin memerdekakan bangsa Indonesia, Sukarno Hatta lupa bahwa sepantasnya pembukaan UUD disampaikan sebagai pernyataan kemerdekaan Bangsa Indonesia, bukan proklamasi yang kita kenal sekarang.Ditanyakan Sukarno, apa kamu bawa pembukaan UUD 1945, maka dijawab Ahmad Subarjo tidak ada. Ditanya lagi apakah ada yang ingat bagaimana bunyi proklamasi dari golongan perjuangan Islam. Dijawab Saya ingat sedikit. Maka malam itu naskah disusun dengan cepat sehingga atas jasa pejuang, proklamasi dapat di laksanakan.

Peristiwa Priok yang terjadi pada media september 1984 di Jalan Melati Jakarta Utara. Saat itu yang menjadi Menhankam Pangab Jendral LB Murdani, Pangdam Jayanya LetJen Tri Sutrisno, serta Kapten Batubara sebagai Kodim distrik Jakarta Utara. Penulis mengetahui benar dari pelaku sejarah dan yakin yang meninggal berkisar antara 200 hingga 500 orang, tetapi yang disiarkan TV hanya 9 orang. Ini sangat-sangat ironis. Sebahagian besar mayat-mayat itu dikubur hidup-hidup, dibuang menjadi makanan ikan yang dipelihara di rumpon – rumpon becak yang dibuang kelaut untuk menghabiskan armada becak. Sungguh sangat ironis dan penutupan perkara dan pelaku-pelaku ini dianggap sejarah bagi bangsa ini.

Blusukan Sejarah nya bagaimana ?

Oh ternyata ada fenomena lain dari fragmen sejarah yang menjelaskan itu. Bagaimana sikap blusukan pelajar yang mendapatkan infromasi ini.
Yang bagus adalah menjadikan pengetahuan diri tanpa didebatkan hingga memakan waktu lama.Namun blusukan ini tidak membutuhkan lama, modalnya adalah keinginan menguak rahasia sejarah (History undercover), berani mengampaikannya meskipun sangat pahit.

Perlukan blusukan sejarah seperti itu. Wallahu alam bis showab………

BLUSUKAN…. OH …. BLUSUKANIMG_20121015_114354

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s