GAMBAR SEJARAH SEPANJANG MASA

406692_3471673516391_1214510486_ncandi-borobudurkisah-3-murid-tjokroaminoto-soekarno-semaoen-kartosoewirjo

Foto pertama menjalaskan : 3 Muri utama HOS Cokroaminoto yang mewarnai sejarah pertikaian antara Nasionalis Sosialis, Komunisme, dan militansi Islam. Soekarno mewakili Nasionalis Sosialis, Semaun mewakili Komunisme dan SM Kartosowiryo mewakili Islam militan. Semaun akhirnya tenggelam ditelan masa seiring hancurnya Uni Sovyet oleh kekuatan Amerika, dan dilarangnya Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia. PKI beserta akar-akarnya tercabut dan mati di Indonesia. Akan tetapi kedua warna lainnya berupa nasionalisme dalam bentuk NKRI dan Islam dalam bentuk akidah perjuangan baik dalam partai maupun dalam organisasi keagamaan Islam berupaya mererapkan syariat Islam yang pernah di sepakati dilaksanakan sesuai dengan keyakinan mayoritas rakyat bangsa ini. Nasionalisme dan Islamisme akan terus berkembang dan menjadi kekuatan besar, namun Amerika sebagai kekuatan tunggal tentunya tidak akan diam untuk menggagalkan kekuatan Islam yang akan berkuasa. Wallahu alam….

Poto ke 2 adalah gambar ikon Indonesia yakni candi Borobudur yang pernah menjadi 7 keajaiban dunia. Dewasa ini candi Borobudur dilestarikan dari kepunahan. Candi peninggalan kerajaan adama Buddha ini menjadi candi termegah di Indonesia.

Gambar ke 3 : adalah penyebar Islam di pulau Jawa. WALISONGO sembilan penyebar islam di Nusantara yang hingga kini namanya menjadi kebanggaan umat Islam bangsa Indonesia karena kepribadian yang luhur serta mengajarkan Islam dan budaya.

wallahu alam….

Bahar Sungkowo S.Pd

Blusukan Sejarah : VOC (Verenidge Oost Indische Compagnie

Keberhasilan ekspedisi Belanda melakukan perdagangan rempah-rempah mendorong pengusaha-pengusaha belanda yang lain untuk berdagang ke Indonesia. Akibatnya, terjadilah persaingan di antara pedagang-pedagang Belanda sendiri. Di samping itu, mereka harus menghadapi persaingan Portugis, Spanyol dan Inggris.

Atas prakarsa dari dua tokoh Belanda, yaitu Pangeran Maurits dan Johan van Olden Baenevelt, pada tahun 1602 kongsi-kongsi dagang Belanda bersatu menjadi kongsi dagang besar yang diberi nama VOC (vereenigde Oost Indische Compagnie) atau Persekutuan Maskapai Perdagangan Hindia Timur. Pengurus pusat VOC terdiri dari 17 orang. Pada Tahun 1602, VOC membuka kantor pertamanya di Banten yang dikepalai oleh Francois Wittert. Adapun tujuan dibentuknya VOC adalah sebagai berikut :
1. a. Menghindari persaingan tidak sehat antara sesama pedagang Belanda sehingga keuntungan maksimal dapat diperoleh.
2. b. Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dagang dengan bangsa-bangsa Eropa maupun bangsa-bangsa Asia.
3. c. Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang meghadapi Spanyol yang masih menduduki Belanda.

Agar dapat melaksanakan tugas dengan leluasa, VOC diberi hak-hak istimewa oleh pemerintah Belanda, yang dikenal dengan Hak Octroi meliputi :
1. 1. Monopoli perdagangan;
2. 2. Mencetak dan mengedarkan uang;
3. 3. Mengangkat dan memberhentikan pegawai;
4. 4. Mengadakan perjanjian dengan raja-raja;
5. 5. Memiliki tentara untuk mempertahankan diri;
6. 6. Mendirikan benteng;
7. 7. Menyatakan perang dan damai;
8. 8. Mengangkat dan memberhentikan penguasa-penguasa setempat.

Dengan kekuasaan yang istimewa tersebut, pada tahun 1605 VOC berhasil merampas benteng Portugis di Ambon. PAda tahun 1609, VOC berhasil mendirikan loji (pangkalan dagang) di Banten. Setahun kemudian, VOC untuk pertama kalinya mengangkat seorang gubernur jendral yaitu Pieter Both (1610-1614) yang berkedudukan di Ambon. Namun VOC menganggap bahwa Ambon letaknya terlalu jauh dari Selat Malaka sehingga kurang strategis dijadikan pangkalan dagang yang kuat. Oleh karena itu, perhatian VOC tertuju ke Jayakarta untuk dijadikan pangkalan dagang utama.
Jan Pieterszoon Coen
Jayakarta yang dipimpin oleh Wijayakrama ketika itu sedang berselisih dengan negeri induknya, yaitu Banten yang dipimpin oleh Ranamanggala. Pertentangan tersebut dimanfaatkan oleh Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen sehingga berhasil merebut Jayakarta. Orang-orang Banten yang berada di Jayakarta diusir dan Kota Jayakarta dibakar. Pada tanggal 30 Mei 1619, J.P. Coen mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia, sesuai dengan nenek moyang orang Belanda, yaitu Bataaf. Batavia kemudian dijadikan markas besar VOC.

A. Politik Ekonomi VOC
Peraturan-peraturan yang ditetapkan VOC dalam melaksanakan monopoli perdagangan antara lain :
a. Verplichte Leverantie, yanitu penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang telah ditetapkan VOC. Peraturan ini melarang rakyat menjual hasil buminya selain kepada VOC.
b. Contingenten, yaitu kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak berupa hasil bumi.
c. Peraturan tentang ketentuan area dan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam.
d. Ekstirpasi, yaitu hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah agar tidak terjadi kelebihan produksi yang dapat menyebabkan harganya merosot.
e. Pelayaran Hongi, yaitu pelayaran dengan kapal Kora-Kora (perahu perang) untuk mengawasi pelaksanaan monopoli perdagangan VOC dan menindak pelanggarnya.

B. Kemunduran VOC
Kemunduran dan kebangkrutan VOC terjadi sejak awal abad ke-18 yang disebabkan oleh :
a. Banyak korupsi yang dilakukan pegawai-pegawai VOC.
b. Anggaran pegawai terlalu besar sebagai akibat semakin luasnya wilayah kekuasaan VOC.
c. Biaya perang untuk memadamkan perlawanan rakyat terlalu besar.
d. Persaingan dengan kongsi dagang bangsa lain, seperti kongsi dagang Portugis (Compagnie des Indies) dan kongsi dagang Inggris (East Indian Compagny).
e. Utang VOC yang sangat besar.
f. Pemberian deviden kepada pemegang saham walaupun usahanya mengalami kemunduran.
g. Berkembangnya liberalism sehingga manopoli dagang yang diterapkan VOC tidak sesuai lagi untuk diteruskan.
h. Pendudukan Perancis terhadap negeri Belanda pada tahun 1795. Perancis memiliki musuh utama Inggris yang berada di India dan meluaskan jajahannya ke Asia Tenggara. Badan seperti VOC tidak diharapkan terlalu banyak dalam menghadapi Inggris sehingga VOC harus dibubarkan.

Pada tahun 1795 dibentuklah panitia pembubaran VOC. Pada tahun itu pula hak-hak istimewa VOC (octroi) dihapus. VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 dengan saldo kerugian sebesar 134,7 juta gulden. Selanjutnya semua utang dan kekayaan VOC diambil alih oleh pemerintah Kerajaan Belanda.

BLUSUKAN SEJARAH

Saya mengambil istilah aktivitas Jokowi dengan mengadakan blusukan atau mengunjungi rakyat kecil biasa kita istilahkan dengan turba (turun bawah) dimana pejabat mengunjungi rakyatnya untuk mengetahui keadaan rakyat secara langsung. Dalam blusukan pejabat itu berinteraksi dengan rakyatnya, membantu langsung rakyat yang tidak memiliki apa-apa, serta rakyat dapat melihat pemimpinnya. Blusukan sejarah adalah kunjungan ataupun turun langsung ke obyek-obyek sejarah untuk menggali informasi, rahasia sejarah, pendapat lain dari pelaku dan ahli sejarah, browsing internet dan lain sebagainya yang kesemuanya berguna bagi kita pencari informasi dan orang yang memberikan informasi. Orang yang menyediakan informasi mendapatkan keuntungan amal jariah dalam mengajarkan sejarah yang benar dan lurus. Blusukan sejarah memberikan daya tarik dalam belajar sejarah sehingga siswa siswi dapat belajar dengan nuansa Out door dan out space. Salah satu blusukan sejarah yang memberikan ketertarikan mengetahui ataupun memahami sejarah adalah fenomena dibalik detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia. Mari kita blusukan sejarah dengan mengetengahkan fakta yang terungkap dari History Under Cover saat peristiwa Rengas Dengklok hingga pelaksanaan proklamasi. Fakta lain mengatakan :
1. Soekarno-Hatta sebagai icon pemimpin bangsa yang memahami benar kehendak Jepang tidak akan memberi kemerdekaan kepada Indonesia, sehingga Sukarno-Hatta di “amankan” ke Rengas Dengklok oleh pemuda dari kesatuan PETA. Ada yang mengatakan, para pemuda PETA yang didikan Jepang ini mencium gelagat adanya keinginan dari sayap Islam untuk memerdekakan Indonesia menjadi Negara bersyariatkan Islam ( para pejuang dari Hizbullah) yang memang tidak suka dengan sikap dan tabiat prajurit didikan Jepang (PETA, HEIHO dan lain-lainnya ) yang sudah meninggalkan agamanya serta bersikap angkuh.
2. Di Rengas Dengklok Sukarno-Hatta di minta menjelaskan dan dipaksa untuk memproklamasikan secepatnya jika negara ini tidak ingin menjadi negara yang bersyariatkan Islam, menggantikan konsep Demokrasi Rakyat. Karena Sukarno sangat paham pemikiran tokoh-tokoh militan-radikal islam yang ingin menjadikan dasar negara Indonesia berlandaskan syariat Islam.
3. Akibat mendapat desakan dan ancaman pemuda akan bertindak emosi untuk berhadapan dengan pihak lain yang ingin memerdekakan bangsa Indonesia, Sukarno Hatta lupa bahwa sepantasnya pembukaan UUD disampaikan sebagai pernyataan kemerdekaan Bangsa Indonesia, bukan proklamasi yang kita kenal sekarang.Ditanyakan Sukarno, apa kamu bawa pembukaan UUD 1945, maka dijawab Ahmad Subarjo tidak ada. Ditanya lagi apakah ada yang ingat bagaimana bunyi proklamasi dari golongan perjuangan Islam. Dijawab Saya ingat sedikit. Maka malam itu naskah disusun dengan cepat sehingga atas jasa pejuang, proklamasi dapat di laksanakan.

Peristiwa Priok yang terjadi pada media september 1984 di Jalan Melati Jakarta Utara. Saat itu yang menjadi Menhankam Pangab Jendral LB Murdani, Pangdam Jayanya LetJen Tri Sutrisno, serta Kapten Batubara sebagai Kodim distrik Jakarta Utara. Penulis mengetahui benar dari pelaku sejarah dan yakin yang meninggal berkisar antara 200 hingga 500 orang, tetapi yang disiarkan TV hanya 9 orang. Ini sangat-sangat ironis. Sebahagian besar mayat-mayat itu dikubur hidup-hidup, dibuang menjadi makanan ikan yang dipelihara di rumpon – rumpon becak yang dibuang kelaut untuk menghabiskan armada becak. Sungguh sangat ironis dan penutupan perkara dan pelaku-pelaku ini dianggap sejarah bagi bangsa ini.

Blusukan Sejarah nya bagaimana ?

Oh ternyata ada fenomena lain dari fragmen sejarah yang menjelaskan itu. Bagaimana sikap blusukan pelajar yang mendapatkan infromasi ini.
Yang bagus adalah menjadikan pengetahuan diri tanpa didebatkan hingga memakan waktu lama.Namun blusukan ini tidak membutuhkan lama, modalnya adalah keinginan menguak rahasia sejarah (History undercover), berani mengampaikannya meskipun sangat pahit.

Perlukan blusukan sejarah seperti itu. Wallahu alam bis showab………

BLUSUKAN…. OH …. BLUSUKANIMG_20121015_114354

L omba Menulis Tingkat Nasional Tentang Kriteria Presiden Indonesia Masa Depan

Sobat-sobat, ini ada info menarik tentang lomba menulis tingkat nasional. Untuk sobat-sobat yang hobi dan jago menulis silakan baca informasi ini selengkapnya disini.

PENGANTAR

Prasyarat mutlak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonsia (NKRI) yang kuat dan maju, yakni terjaganya minimal 4 pilar negara demokrasi (eksekutif, yudikatif, legislatif dan pers). Berbagai skandal korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh para pejabat negara, aparat penegak hukum dan wakil rakyat dewasa ini, pertanda masa depan bangsa ini masih jauh dari harapan. Itu semua hanya akan memperburuk situasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia pernah mendapatkan julukan Macan Asia. Potensi ekomomi yang dimiliki bangsa ini sangat besar. Potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia juga sangat melimpah dan kompetitif.

Kelemahan yang dimiliki bangsa ini yakni ketiadaan atau minimalisnya para pemimpin di berbagai tingkatan yang amanah, jujur, profesional dan visioner. Masyarakat sudah bosan dan terlalu bebal melihat kinerja dan perilaku para birokrat. Mereka juga sudah kehabisan akal bagaimana menggagas terlahirnya pemimpin yang merakyat. Pilkada maupun Pemilu secara langsung, tidak terbukti secara ampuh dapat melahirkan pemimpin profesional. Malahan tradisi buruk yang diwariskan rezim sebelumnya, seperti praktik korupsi, terus menggurita di berbagai instansi pemerintahan saat ini.

Untuk menggali dan mengeksplorasi berbagai gagasan dari segenap lapisan masyarakat luas, pelajar dan mahasiswa serta para intelektual maupun pakar menyikapi permasalahan terpokok yang membelit bangsa ini, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) mengundang Anda, seluruh lapisan masyarakat Indonesia, untuk menuangkan gagasan, ide, serta harapannya tentang sosok Calon Presiden idaman rakyat melalui Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang 12 Kriteria Calon Presiden Republik Indonesia Masa Depan.

PERSYARATAN LOMBA

1. Terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) tanpa kecuali, domisili di dalam negeri maupun di luar negeri, bersifat perorangan, yang dibagi dalam 5 (lima) kelompok lomba: SISWA SLTP/SLTA, MAHASISWA, GURU/DOSEN, WARTAWAN/PENULIS, dan UMUM.

2.Mendaftarakan diri menjadi Pewarta Warga di Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) pada situs http://www.pewarta-indonesia.com. Bagi yang belum terdaftar silahkan klik DI SINI untuk mendaftarkan diri.

3. Tema artikel : “Kriteria Calon Presiden Indonesia Masa Depan”. Judul bebas. Artikel harus berisi 12 kriteria calon presiden Republik Indonesia yang ideal. Tulisan boleh condong pada sosok seseorang atau tokoh tertentu yang sudah wafat, baik tokoh lokal, tokoh nasional, maupun tokoh dunia.

4. Setiap peserta lomba boleh mengirimkan tidak lebih dari dua naskah. Tulisan asli (orisinil) bukan saduran, ditulis dalam bahasa populer, dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai dengan EYD. Kutipan diperbolehkan tidak lebih dari 20% dan wajib mencantumkan sumber referensinya.

5. Naskah diketik dengan jenis huruf Time News Roman (TNR), ukuran 12, spasi 1, dengan panjang artikel populer antara 800 s/d 1.200 kata saja.

6. Pada akhir tulisan dicantumkan identitas lengkap penulis meliputi nama, tempat/tanggal lahir, nama sekolah/universitas, alamat sekolah/universitas, alamat rumah, nomor telepon seluler dan/atau nomor telpon rumah serta (bila ada) alamat e-mail, akun facebook, aku friendster atau lainnya.

7. Pengiriman naskah artikel hanya dapat diterima Panitia melalui surat elektronik (e-mail) saja ke : lomba.presiden@pewarta-indonesia.com dan/atau panitia.ppwi.presiden@gmail.com. Panitia tidak melayani penerimaan naskah dan surat-menyurat secara konvensional (kantor pos atau jasa pengiriman lainnya). Bagi yang tidak memiliki email dan/atau akses internet, dapat menitipkan kepada orang lain dengan tetap mencantumkan identitas diri penulis.

8. Seluruh naskah lomba harus disertai kartu identitas (KTP, SIM, Kartu Pelajar/Mahasiswa) dan sudah diterima Panitia antara tanggal 1 Januari s/d 30 Juni 2012 (Pukul 24.00 WIB).

9. Penjurian akan dilakukan dari tanggal 1 – 30 Juli 2012, sedangkan pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 31 Juli 2012.

DEWAN JURI DAN KETERANGAN LAINNYA

1. Juri lomba adalah Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA (Ketua Umum PPWI), Mung Pujanarko, S.Sos (Dosen Jurnalistik, Kolumnis), Imam Suwandi, S.Sos (Penulis, Editor Senior MetroTV), Supadiyanto, S.Sos.I (Penulis, Editor dan Kolumnis berbagai media cetak lokal dan nasional), dan Muhammad Subhan (Jurnalis dan Novelis).

2. Keputusan Dewan Juri adalah absolut (mutlak) dan tak bisa diganggu-gugat.

3. Seluruh naskah yang dikirimkan ke pihak panitia akan dipublikasikan segera di Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) di situs: http://www.pewarta-indonesia.com atas nama akun penulis. Hak publikasi dan penggunaan artikel untuk kepentingan pendidikan, sosial-budaya, dan demokrasi menjadi milik PPWI Nasional.

4. Penyerahan hadiah akan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2012 bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Nasional Republik Indonesia.

HADIAH DAN PENGHARGAAN

1. Tropi Juara I dan Sertifikat dari PPWI Nasional + tabanas Rp. 1.000.000,- dan hadiah sponsor bagi 5 orang Pemenang I.

2. Tropi Juara II dan Sertifikat dari PPWI Nasional + tabanas Rp. 750.000,- dan hadiah sponsor bagi 5 orang Pemenang II.

3. Tropi Juara III dan Sertifikat dari PPWI Nasional + tabanas Rp. 500.000,- dan hadiah sponsor bagi 5 orang Pemenang III.

4. Tropi Juara Harapan I dan Sertifikat dari PPWI Nasional + tabanas Rp. 300.000,- dan hadiah sponsor bagi 5 orang Pemenang Harapan I.

5. Tropi Juara Harapan II dan Sertifikat dari PPWI Nasional + tabanas Rp. 200.000,- dan hadiah sponsor bagi 5 orang Pemenang Harapan II.

7. Dari sekian banyak artikel yang masuk, akan dipilih 20 kriteria terbaik untuk selanjutnya dikompilasi ke dalam sebuah tulisan berjudul PANDUAN CERDAS MEMILIH PRESIDEN dan akan disebarluaskan melalui koran, bulettin, majalah, brosur, spanduk, leaflet, buku saku, jejaring sosial, blog, sindikasi media online, video online, dan bentuk publikasi lainnya.

8. Sebagai apresiasi positif, seluruh peserta lomba mendapatkan piagam penghargaan (dalam bentuk soft-copy) dari PPWI Nasional.

PENUTUP

Nah inilah kesempatan bagi semua warga negara Indonesia untuk membuktikan kepedulian Anda dalam membangun bangsa melalui penciptaan institusi pemerintahan negara yang baik, amanah, dan berpihak kepada rakyatnya. Jika Anda beruntung bakal mendapatkan hadiah-hadiah menarik di atas!

Alamat Sekretariat Panitia Lomba (PPWI):

Jl. Anggrek Cendrawasih X, Blok K No. 27B, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat 11840. Call/SMS Center: 081371051875 (Wina), 085289354567 (Ilyas Muhammadiyah), 081286077772 (Ichwan Efendi). E-mail: lomba.presiden@pewarta-indonesia.com dan panitia.ppwi.presiden@gmail.com.
Jakarta, 31 Desember 2011
a/n Pengurus PPWI Nasional

Pantitia Lomba,

Ari Muzakki
Perwakilan Panitia Lomba di Seluruh Indonesia:
Supadiyanto (PPWI Yogyakarta)
Afri Antoni (PPWI Sumsel)
Mursalim (PPWI Sultra)
Bambang Nurhayadi (PPWI Jateng)
Winda Kustiawan (PPWI Sumut)
Fenly Sigar (PPWI Sulut)
Aminulah Ma’mun (PPWI Sulbar)
Muliadi (PPWI Kalbar)
Sem Gombo (PPWI Papua)
Ferry Munoza (PPWI Riau)
Gatot Suroto (PPWI DKI Jakarta)
Soedjiono (PPWI Kalteng)
Syaiddin Noor (PPWI Kalsel)
Andreas Tommy Danie (PF-PPWI Sulut)
Asep Alamsyah H. (PPWI Subang)
Hermawan Hariadi (PPWI Siak Sri Indrapura)
Musriadi Musanif (PPWI Padangpanjang)
Muchlisin (PPWI Luwu)
Kasiyanto (PPWI Malang)
Bambang Sunarso (PPWI Blitar)
Michael Pande-Iroot (PPWI Minahasa)
Husein Mubarok (PPWI Labuhan Batu)
Jeffrey Sorongan (PPWI Manado)
Abdul Muaz (PPWI Pelalawan)
Kurnia Gulo (PPWI Nias Barat)
Hermawan Diasmanto (PPWI Surabaya)
Ahmad Salafuddin B. (PPWI Pati)
Datuk Imam Marzuki (PPWI Medan)
A. Parulian Harahap (PPWI Deli Serdang)
Imi Suryaputera (PPWI Tanah Bumbu)
Muhammad Ali (PPWI Makassar)
Terinus Kenelak (PPWI Jayawijaya)
Abbas Kumar Daud (PPWI Tanah Datar)
Ambo Zain Baso (PPWI Kolaka)
Soedjarwo A. (PPWI Rembang)
Sumber: http://www.pewarta-indonesia.com

http://edukasi.kompasiana.com/2012/01/03/lomba-menulis-tingkat-nasional-tentang-kriteria-presiden-indonesia-masa-depan/

L omba Menulis Tingkat Nasional Tentang Kriteria Presiden Indonesia Masa Depan

Sobat-sobat, ini ada info menarik tentang lomba menulis tingkat nasional. Untuk sobat-sobat yang hobi dan jago menulis silakan baca informasi ini selengkapnya disini.

PENGANTAR

Prasyarat mutlak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonsia (NKRI) yang kuat dan maju, yakni terjaganya minimal 4 pilar negara demokrasi (eksekutif, yudikatif, legislatif dan pers). Berbagai skandal korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh para pejabat negara, aparat penegak hukum dan wakil rakyat dewasa ini, pertanda masa depan bangsa ini masih jauh dari harapan. Itu semua hanya akan memperburuk situasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia pernah mendapatkan julukan Macan Asia. Potensi ekomomi yang dimiliki bangsa ini sangat besar. Potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia juga sangat melimpah dan kompetitif.

Kelemahan yang dimiliki bangsa ini yakni ketiadaan atau minimalisnya para pemimpin di berbagai tingkatan yang amanah, jujur, profesional dan visioner. Masyarakat sudah bosan dan terlalu bebal melihat kinerja dan perilaku para birokrat. Mereka juga sudah kehabisan akal bagaimana menggagas terlahirnya pemimpin yang merakyat. Pilkada maupun Pemilu secara langsung, tidak terbukti secara ampuh dapat melahirkan pemimpin profesional. Malahan tradisi buruk yang diwariskan rezim sebelumnya, seperti praktik korupsi, terus menggurita di berbagai instansi pemerintahan saat ini.

Untuk menggali dan mengeksplorasi berbagai gagasan dari segenap lapisan masyarakat luas, pelajar dan mahasiswa serta para intelektual maupun pakar menyikapi permasalahan terpokok yang membelit bangsa ini, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) mengundang Anda, seluruh lapisan masyarakat Indonesia, untuk menuangkan gagasan, ide, serta harapannya tentang sosok Calon Presiden idaman rakyat melalui Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang 12 Kriteria Calon Presiden Republik Indonesia Masa Depan.

PERSYARATAN LOMBA

1. Terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) tanpa kecuali, domisili di dalam negeri maupun di luar negeri, bersifat perorangan, yang dibagi dalam 5 (lima) kelompok lomba: SISWA SLTP/SLTA, MAHASISWA, GURU/DOSEN, WARTAWAN/PENULIS, dan UMUM.

2.Mendaftarakan diri menjadi Pewarta Warga di Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) pada situs http://www.pewarta-indonesia.com. Bagi yang belum terdaftar silahkan klik DI SINI untuk mendaftarkan diri.

3. Tema artikel : “Kriteria Calon Presiden Indonesia Masa Depan”. Judul bebas. Artikel harus berisi 12 kriteria calon presiden Republik Indonesia yang ideal. Tulisan boleh condong pada sosok seseorang atau tokoh tertentu yang sudah wafat, baik tokoh lokal, tokoh nasional, maupun tokoh dunia.

4. Setiap peserta lomba boleh mengirimkan tidak lebih dari dua naskah. Tulisan asli (orisinil) bukan saduran, ditulis dalam bahasa populer, dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai dengan EYD. Kutipan diperbolehkan tidak lebih dari 20% dan wajib mencantumkan sumber referensinya.

5. Naskah diketik dengan jenis huruf Time News Roman (TNR), ukuran 12, spasi 1, dengan panjang artikel populer antara 800 s/d 1.200 kata saja.

6. Pada akhir tulisan dicantumkan identitas lengkap penulis meliputi nama, tempat/tanggal lahir, nama sekolah/universitas, alamat sekolah/universitas, alamat rumah, nomor telepon seluler dan/atau nomor telpon rumah serta (bila ada) alamat e-mail, akun facebook, aku friendster atau lainnya.

7. Pengiriman naskah artikel hanya dapat diterima Panitia melalui surat elektronik (e-mail) saja ke : lomba.presiden@pewarta-indonesia.com dan/atau panitia.ppwi.presiden@gmail.com. Panitia tidak melayani penerimaan naskah dan surat-menyurat secara konvensional (kantor pos atau jasa pengiriman lainnya). Bagi yang tidak memiliki email dan/atau akses internet, dapat menitipkan kepada orang lain dengan tetap mencantumkan identitas diri penulis.

8. Seluruh naskah lomba harus disertai kartu identitas (KTP, SIM, Kartu Pelajar/Mahasiswa) dan sudah diterima Panitia antara tanggal 1 Januari s/d 30 Juni 2012 (Pukul 24.00 WIB).

9. Penjurian akan dilakukan dari tanggal 1 – 30 Juli 2012, sedangkan pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 31 Juli 2012.

DEWAN JURI DAN KETERANGAN LAINNYA

1. Juri lomba adalah Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA (Ketua Umum PPWI), Mung Pujanarko, S.Sos (Dosen Jurnalistik, Kolumnis), Imam Suwandi, S.Sos (Penulis, Editor Senior MetroTV), Supadiyanto, S.Sos.I (Penulis, Editor dan Kolumnis berbagai media cetak lokal dan nasional), dan Muhammad Subhan (Jurnalis dan Novelis).

2. Keputusan Dewan Juri adalah absolut (mutlak) dan tak bisa diganggu-gugat.

3. Seluruh naskah yang dikirimkan ke pihak panitia akan dipublikasikan segera di Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) di situs: http://www.pewarta-indonesia.com atas nama akun penulis. Hak publikasi dan penggunaan artikel untuk kepentingan pendidikan, sosial-budaya, dan demokrasi menjadi milik PPWI Nasional.

4. Penyerahan hadiah akan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2012 bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Nasional Republik Indonesia.

HADIAH DAN PENGHARGAAN

1. Tropi Juara I dan Sertifikat dari PPWI Nasional + tabanas Rp. 1.000.000,- dan hadiah sponsor bagi 5 orang Pemenang I.

2. Tropi Juara II dan Sertifikat dari PPWI Nasional + tabanas Rp. 750.000,- dan hadiah sponsor bagi 5 orang Pemenang II.

3. Tropi Juara III dan Sertifikat dari PPWI Nasional + tabanas Rp. 500.000,- dan hadiah sponsor bagi 5 orang Pemenang III.

4. Tropi Juara Harapan I dan Sertifikat dari PPWI Nasional + tabanas Rp. 300.000,- dan hadiah sponsor bagi 5 orang Pemenang Harapan I.

5. Tropi Juara Harapan II dan Sertifikat dari PPWI Nasional + tabanas Rp. 200.000,- dan hadiah sponsor bagi 5 orang Pemenang Harapan II.

7. Dari sekian banyak artikel yang masuk, akan dipilih 20 kriteria terbaik untuk selanjutnya dikompilasi ke dalam sebuah tulisan berjudul PANDUAN CERDAS MEMILIH PRESIDEN dan akan disebarluaskan melalui koran, bulettin, majalah, brosur, spanduk, leaflet, buku saku, jejaring sosial, blog, sindikasi media online, video online, dan bentuk publikasi lainnya.

8. Sebagai apresiasi positif, seluruh peserta lomba mendapatkan piagam penghargaan (dalam bentuk soft-copy) dari PPWI Nasional.

PENUTUP

Nah inilah kesempatan bagi semua warga negara Indonesia untuk membuktikan kepedulian Anda dalam membangun bangsa melalui penciptaan institusi pemerintahan negara yang baik, amanah, dan berpihak kepada rakyatnya. Jika Anda beruntung bakal mendapatkan hadiah-hadiah menarik di atas!

Alamat Sekretariat Panitia Lomba (PPWI):

Jl. Anggrek Cendrawasih X, Blok K No. 27B, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat 11840. Call/SMS Center: 081371051875 (Wina), 085289354567 (Ilyas Muhammadiyah), 081286077772 (Ichwan Efendi). E-mail: lomba.presiden@pewarta-indonesia.com dan panitia.ppwi.presiden@gmail.com.
Jakarta, 31 Desember 2011
a/n Pengurus PPWI Nasional

Pantitia Lomba,

Ari Muzakki
Perwakilan Panitia Lomba di Seluruh Indonesia:
Supadiyanto (PPWI Yogyakarta)
Afri Antoni (PPWI Sumsel)
Mursalim (PPWI Sultra)
Bambang Nurhayadi (PPWI Jateng)
Winda Kustiawan (PPWI Sumut)
Fenly Sigar (PPWI Sulut)
Aminulah Ma’mun (PPWI Sulbar)
Muliadi (PPWI Kalbar)
Sem Gombo (PPWI Papua)
Ferry Munoza (PPWI Riau)
Gatot Suroto (PPWI DKI Jakarta)
Soedjiono (PPWI Kalteng)
Syaiddin Noor (PPWI Kalsel)
Andreas Tommy Danie (PF-PPWI Sulut)
Asep Alamsyah H. (PPWI Subang)
Hermawan Hariadi (PPWI Siak Sri Indrapura)
Musriadi Musanif (PPWI Padangpanjang)
Muchlisin (PPWI Luwu)
Kasiyanto (PPWI Malang)
Bambang Sunarso (PPWI Blitar)
Michael Pande-Iroot (PPWI Minahasa)
Husein Mubarok (PPWI Labuhan Batu)
Jeffrey Sorongan (PPWI Manado)
Abdul Muaz (PPWI Pelalawan)
Kurnia Gulo (PPWI Nias Barat)
Hermawan Diasmanto (PPWI Surabaya)
Ahmad Salafuddin B. (PPWI Pati)
Datuk Imam Marzuki (PPWI Medan)
A. Parulian Harahap (PPWI Deli Serdang)
Imi Suryaputera (PPWI Tanah Bumbu)
Muhammad Ali (PPWI Makassar)
Terinus Kenelak (PPWI Jayawijaya)
Abbas Kumar Daud (PPWI Tanah Datar)
Ambo Zain Baso (PPWI Kolaka)
Soedjarwo A. (PPWI Rembang)
Sumber: http://www.pewarta-indonesia.com

http://edukasi.kompasiana.com/2012/01/03/lomba-menulis-tingkat-nasional-tentang-kriteria-presiden-indonesia-masa-depan/

LOMBA KREATIFITAS ILMIAH GURU 2012 TINGKAT NASIONAL

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 akan menyelenggarakan Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) Ke-20 Tahun 2012. LKIG adalah ajang lomba kreativitas bagi guru dalam upaya pengembangan proses pembelajaran guna mempermudah pemahaman ilmu pengetahuan bagi para peserta didik.

TINGKAT DAN BIDANG LOMBA
• Guru SD/sederajat: umum (salah satu pelajaran)
• Guru SMP/sederajat dan SMA/sederajat: 2 Bidang yaitu Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) dan Bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknologi (MIPATEK)

RANGKAIAN KEGIATAN
24 September 2012 : Registrasi Peserta
25 September 2012 : Presentasi Finalis
26 September 2012 : Audiensi dan Malam Penganugerahan Pemenang
27 September 2012 : Kepulangan Peserta

HADIAH
Piala dan Piagam Penghargaan dari LIPI dan Uang Tunai dari AJB Bumiputera 1912
Hadiah I : Rp 12.000.000,-
Hadiah II : Rp 10.000.000,-
Hadiah III : Rp 8.000.000,-

PERSYARATAN
Peserta adalah guru yang mengajar pada lembaga pendidikan formal.
Belum pernah menjadi pemenang LKIG dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Sistematika Penulisan : Abstrak, Pendahuluan, Metodologi, Isi/Pembahasan, Kesimpulan dan Daftar Pustaka.
Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, diketik HVS A4, berjarak 1½ spasi dengan jenis huruf Arial ukuran 11.
Karya ilmiah harus asli (bukan jiplakan/plagiat) dan belum sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis tingkat nasional.
Jumlah halaman karya ilmiah maksimal 25 halaman (termasuk sketsa/gambar/foto).
Melampirkan rekomendasi Kepala Sekolah dan Daftar Riwayat Hidup (nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat rumah dan sekolah/instansi, telepon/HP, serta email).
Karya ilmiah sebanyak 4 eksemplar (1 asli, 3 fotokopi) dan softcopy (CD) diterima panitia paling lambat tanggal 25 Agustus 2012.
Pada pojok kiri atas sampul ditulis tingkat dan bidang lomba yang diikuti. Warna sampul karya ilmiah: SD (merah), SMP Bidang IPSK (kuning), SMP Bidang MIPATEK (biru), SMA Bidang IPSK (hijau), SMA Bidang MIPATEK (oranye).
Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.

Informasi lebih lanjut:
Panitia LK1G ke-20 Tahun 2012
Biro Kerja Sama dan Pemasyarakatan IPTEK LIPI
Sasana Widya Sarwono Lt.V
Jl. Jend Gatot Subroto 10
Jakarta Selatan 12710
Telepon : 021-52920839/021-5225711 Psw.273,274, dan 276
Fax. 021-52920839/021-5251834

Lomba SMP SMA 2012 – OLIMPIADE HUMANIORA NUSANTARA

Lomba ini merupakan lomba yang menguji pemahaman siswa SMP terhadap pengetahuan dan permasalahan yang melingkupi Indonesia, mencakup sejarah, budaya nasional, dan lain-lain.

Peserta : Siswa/i SMP se-derajat se-Jabodetabek. 1 kelompok terdiri dari 3 orang.

Kostum : Masing-masing tim mengenakan pakaian yang memperlihatkan corak budaya nusantara.

Penilaian : Nilai akhir merupakan akumulasi nilai dari 4 babak yang telah dilaksanakan.

Biaya : Rp. 75.000/tim

CP : Haryo Mojopahit (0878 7225 5294)

Pendaftaran : Paling lambat 17 Februari 2012

Hadiah : Uang pembinaan, sertifikat, dan piala.

Teknis Lomba :

BABAK I : Tes tertulis untuk menguji kemampuan analisis, sintesis dan problem solving permasalahan negeri.

BABAK II : Debat untuk menguji kemampuan berargumentasi mengenai permasalahan kontroversial mengenai ke-Indonesia-an.

Babak Debat Lintas Nusantara, sumber: dokumen SMART Ekselensia Indonesia

Babak ini dibagi dalam 3 sesi yang per-sesi-nya diikuti oleh dua tim yang bertanding, yaitu:

Sesi pertama adalah sesi menjawab pertanyaan sebagaimana lomba cepat tepat.

Sesi kedua adalah tiap tim diminta pendapatnya mengenai satu permasalahan yang kontroversial mengenai ke-Indonesia-an. Satu tim bertindak sebagai kelompok yang pro dan satu tim lagi bertindak sebagai kelompok yang kontra.

Sesi ketiga adalah kesimpulan akhir penegasan pendapat tiap tim.

BABAK III : Lintas alam untuk menguji kognitif, sikap dan psikomotor mengenai Wawasan Nusantara yang meliputi musik tradisional, tarian, masakan tradisional, permainan tradisional, dan lain sebagainya.

Permainan tradisional (ketapel), sumber: dokumen SMART EI

Peserta adalah tim yang terdiri dari 3 siswa

Perlombaan dirancang seperti pertualangan/lintas alam.

Masing-masing peserta harus melewati 6 pos.

Pada setiap pos terdapat 2 tantangan yang harus diselesaikan masing-masing tim.

Tantangan pertama adalah berupa permainan yang melatih ketangkasan, kecepatan berfikir, penyelesaian masalah dan kerjasama tim.

Tantangan kedua adalah pengetahuan sejarah dan budaya.

Tantangan pertama dan kedua di masing-masing pos akan dinilai dan diakumulasikan untuk mencari 3 tim terbaik.

Skor tantangan pertama diberikan oleh penjaga pos, sedangkan tantangan kedua akan diberi nilai oleh dewan juri.

BABAK IV : Ranking I (menguji pengetahuan sejarah dan budaya Indonesia secara spontan dan menyenangkan)

Mekanisme lomba seperti Kuis Rangking 1 Trans TV.

Persertanya adalah individu.

Yang mendapat nilai adalah 3 peserta terakhir yang tersisa, dan nilai tersebut akan diakumulasikan sebagai nilai tim dari masing-masing peserta 3 besar tersebut.

==

FUTSAL CUP

sumber: tivolistadion.com

Futsal Cup ini diperuntukkan bagi siswa SMP se-Bogor. Kompetisi ini terdiri dari babak penyisihan, semifinal, dan final. Babak penyisihan dilaksanakan pada hari pertama Olimpiade Humaniora Nusantara . Babak semifinal dan final dilaksanakan pada hari kedua.

Peserta : Siswa SMP sederajat se-Bogor. Tiap tim terdiri dari 10 orang sudah termasuk pemain cadangan dan pelatih.

Syarat : Setiap peserta wajib melampirkan kartu pelajar.

Biaya : Rp. 150.000/tim, peserta mendapatkan air minum dan snack.

CP : Ari Siswanto (0813 1417 1856)

Pendaftaran : Paling lambat 17 Februari 2012

Hadiah : Uang pembinaan, sertifikat, dan piala.

==

OPERA VAN JAMPANG (OVJ)

sumber: dokumen SMART Ekselensia Indonesia

Merupakan lomba drama dengan tema cerita rakyat yang dimodifikasi dan mengandung unsur musik tradisional dan humor. Lomba ini diikuti oleh kelompok siswa dari masing-masing sekolah.

Peserta : Siswa/i SMA dan SMP sederajat. Masing-masing tim terdiri dari 8 – 15 peserta.

Tema : Legenda/mitos nusantara.

Durasi : Maksimal 8 menit.

Biaya : Rp. 100.000/kelompok

CP : J. Firman Sofyan (0856 1805 665)

Pendaftaran : Paling lambat 17 Februari 2012

Hadiah : Uang pembinaan, sertifikat, dan piala.

==

LOMBA KARYA ILMIAH

Lomba penulisan karya ilmiah ini merupakan lomba yang diperuntukkan bagi siswa/i SMP dan SMA atau sederajat untuk mengasah kemampuan menulis karya ilmiah berupa esai. Semua karya yang masuk menjadi hak milik panitia.

Peserta : Siswa/i SMP dan SMA sederajat se-Indonesia (Individu)

Tema : “Mengilmiahkan Budaya Nusantara”

(Membawa budaya Indonesia ke dalam tulisan ilmiah)

Contoh:
Khasiat (tumbuhan nusantara) untuk kesehatan (penyembuhan, dll)
Khasiat JAMU untuk…
Akulturasi budaya… dalam arsitektur bangunan…
dll

Biaya : Gratis (akomodasi dan transportasi ditanggung peserta)

CP : Nurhayati (0878 7080 3162)

Hadiah : Uang pembinaan, sertifikat, dan piala.

Persyaratan umum

Setiap peserta hanya diperkenankan mengirimkan 1 naskah dan setiap sekolah maksimal mengirimkan 3 naskah. Naskah merupakan studi literatur.

Karya merupakan hasil karya sendiri, bukan terjemahan, saduran atau jiplakan.

Karya belum pernah diterbitkan.

Karya disertai surat keterangan bahwa karya tesebut asli, hasil karya sendiri, dengan materai 3000.

Karya dilampiri biodata peserta (yang dicantumi nomor telepon/hp yang dapat dihubungi dan alamat e-mail)dan surat keterangan dari sekolah bersangkutan.

Naskah yang dikirimkan adalah 1 naskah asli, 3 rangkap fotokopi, dan bentuk softcopy dalam bentuk PDF dan Word (CD).

Batas waktu pengumpulan naskah 15 Februari 2012 (cap pos).

Naskah dikirim ke Sekretariat Lomba Esai Olimpiade Humaniora Nusantara, LPI-DD, Jln. Raya Parung Km. 42, Ds. Jampang, Kec. Kemang, Parung, Kab. Bogor.

Lima finalis berhak maju ke babak presentasi.

Pengumuman finalis dikabarkan melalui telepon atau e-mail pada 25 Februari 2012.

Finalis menyiapkan slide presentasi (Power Point) dan atau alat peraga (jika ada).

Finalis mempresentasikan hasil karya di depan juri pada acara Olimpiade Humaniora Nusantara, 7 Maret 2012.

Pemenang diumumkan pada penutupan Olimpiade Humaniora Nusantara, 8 Maret 2012.

Persyaratan khusus

Esai bertema “Membudayakan Menulis Ilmiah dan Mengilmiahkan Budaya Nusantara”

Naskah berjumlah 15 s.d. 30 halaman.

Naskah diketik dengan font Times New Roman, ukuran 12, dan spasi 1,5.

Margin 4, 3, 3, 3

Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Tulisan dicantumi sumber bacaan. (footnote)

==

FOLKTALES STORY TELLING (Individual)

Folktales Story Telling, Sumber: dokumen SMART Ekselensia Indonesia

Living in modern society, our desire for moving towards advance technologies often leaves very little room for memories and looking back to the past is sometimes regarded as a waste of time. The past, however, has a lot to teach us. It shapes our identity and our deep understanding of our humanity.

The Story Telling Contest 2012 is open for all students of High School. It will be two categories for Junior High and Senior High and the rules are the same. This project is sponsored by OHN (Olimpiade Humaniora Nusantara) of SMART Ekselensia Indonesia LPI-DD to promote speaking good English and encourage everyone to value histories and traditions.

CATEGORIES:

Category 1 : Students from Junior High SchoolGradeVII-IX

Category 2: Students from Senior/Vocational High SchoolGrade X-XII

COMPETITION RULES AND GUIDELINES

Preliminary Round

Featured story is the Indonesian folklores

Duration : 7 – 10 Minutes (+30 seconds no point deduction)

If the story takes more or less than the allotted time a point will be deducted per minute.

Contestants must submit 3 copies of their story to 3 judges (giving their names,school names and grades)

Props supporting the story are allowed but no backdrop

Each school may only send a maximum of two participants

Assessment includes (The story launch, the story choice, the voice, the body language, the words, the stages performance and story closure)

Five finalists will be selected

Final Round

a. The committee provides somes pieces of folklore image

b. Participants are given 30 minutes to develop the pictures into a whole folklore

c. Each participant performs folklore in accordance with the images obtained

d. Time of performance is 3 to 7 minutes.

e. The best three will be selected

Registration: 1 – 17 February 2012. Pay roll Rp. 50,000 at SMART EI Building

Cp. 085229916545 (Mr. Ismail)

Judges:
1. Miss Ruby (ILP Lecturer, Short Story Writer Jakarta Post and Spice Magazine, Winner of Storytelling)

2. Danti (Lecturer NEC / Nurul Fikri English Course)

3. Santi (ILP teacher, short story writer Annida)

Judging Guidelines:

The Story Launch / The Story Beginning (10)

The story beginning is very important to an effective delivery. Did the teller approach the stage with confidence and poise? Did she or he begin at slow or moderate pace to allow the audience to picture out the setting of the story? Did he or she begin with some motivating words?

The Story Choice (5)

Story selection is also an important factor. Was it interesting? Did it catch the attention of the listeners via its delivery? Does it have good moral value?

The Voice (20)

Vocal rate (5) – Was the timing of each story portion appropriate? Was the rate too fast or too slow? Had the story been practiced sufficiently for the words to flow easily and naturally

Vocal volume (4) – Could all the members of audiences hear at all times? Did the teller use the microphone to assist the story rather than interfere with the story

Special Vocal sound effect (4) – Vocal sound effects can spice up a story. Did they (vocal effects) enhance the story?

Vocal flow (7) – Did the story sound memorized? It is appropriate, of course for stories to be memorized as long as the teller has practiced enough not to sound memorized.

The body Language (10)

Eye to eye contact (4) – Did the teller demonstrate a natural eye flow with the audience members?

Gestures and other bodily movements (6) – Did the body “help tell” the story? Did the feet or arm sway back and forth unnecessarily? Were the actions appropriate for the story?

The Words (20) – The linguistic connection for all stories centers around the selected words. Did the teller carefully choose the appropriate wording of the story? Was the grammar appropriate for the chosen story? Were the words pronounced and stressed correctly? Was the intonation pattern followed and delivered correctly

Stage Performance (25) – The spirit of the teller carries enormous weight in audience appreciation and admiration of the performance. Was the teller enthusiastic, energetic and vibrant? Did he/she show good poise and personality? Did the teller true to his or her natural performance and style? Did the teller’s performance and style attract the audience’s attention? (audience impact)

Story Closure (10) – The teller needs to prepare an appropriate wind-down (ending) for the story. The story’s end establishes the final flavor with the listeners. It is also important for the teller to impart the moral lesson(s) learned from the story. For many stories the pace slows down somewhat near the end. Even the walk back to seat should reflect much poise and can influence the story’s finality.

==

Seminar Nasional Pendidikan Humaniora

Seminar ini bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada guru tentang urgensi pembelajaran humaniora di Indonesia. Seminar menghadirkan berbagai pembicara yang kompeten di bidangnya.

Peserta : Guru pendamping dan peserta lomba Guru Kreatif (mendapat sertifikat)

Waktu : 2 jam (1 sesi)

Tema : “Antara Idealisme dan Fakta Kurikulum Humaniora di Sekolah Menengah”

Pembicara : 1. Prof. Eko Prasodjo (Dosen FISIP UI)

2. Amaliah Fitriah, M. Phil (Balitbang Dinas Pendidikan)

3. Nanto Sriyanto, S. Sos (Peneliti Sejarah LIPI)

Biaya : Gratis

CP : N. Vera Darmastuti (0812 818 713)

Pendaftaran : Paling lambat 17 Februari 2012

==

LOMBA GURU KREATIF

sumber: dokumentasi sosialberkarya

Lomba ini diadakan dengan tujuan untuk menggali semua potensi yang ada pada guru untuk mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya dalam memberikan pengajaran kepada para peserta didiknya. Lomba ini juga bertujuan untuk membuat RPP yang kreatif, efektif, dan menyenangkan dengan media pembelajaran yang mudah dan murah.

Peserta : Guru SD, SMP, dan SMA sederajat se-Jabodetabek yang masih aktif mengajar.

Syarat : 1. Melampirkan surat keterangan mengajar.

2. Mengirimkan RPP dan lampiran deskripsi/detail pembelajaran. Lampiran : mekanisme games, pembuatan dan penggunaan media, rubrik penilaian, dll.

3. Surat keterangan mengajar beserta RPP dan lampirannya dikirim ke Sekretariat Lomba Guru Kreatif Olimpiade Humaniora Nusantara, LPI-DD, Jln. Raya Parung Km. 42, Ds. Jampang, Kec. Kemang, Parung, Kab. Bogor.

Mekanisme Lomba : 1. Peserta mengirimkan syarat lomba yang telah disebutkan di atas.

2. Lima peserta terbaik (finalis) akan diundang untuk mengadakan micro teaching dan tantangan “mendadak kreatif”. Tema tantangan “mendadak kreatif” ditentukan oleh panitia pada saat lomba, peserta akan membuat media pembelajaran menggunakan bahan-bahan sederhana yang telah disediakan oleh panitia.

Biaya : Gratis (akomodasi dan transportasi ditanggung peserta)

CP : Uci Febria (0813 1827 0683)

Pengumpulan Berkas : Paling lambat Rabu, 15 Februari 2012 (cap pos)

Pengumuman Finalis : Dikabarkan melalui telepon atau e-mail pada 25 Februari 2012

Hadiah : Uang pembinaan, sertifikat, dan piala.

Email : olimpiadehumaniora.nusantara@yahoo.co.id

Facebook : Olimpiade Humaniora Nusantara

LOMBA NASKAH BUKU PENGAYAAN 2012

alam rangka menggali, mengembangkan, dan mendayagunakan potensi menulis di kalangan siswa, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud menyelenggarakan Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan. Kegiatan sayembara ini diperuntukkan bagi para peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan tahun 2012 ini memperebutkan hadiah total lebih dari Rp 1.000.000.000,00 untuk 57 pemenang dari 19 jenis naskah buku pengayaan.

Tema Penulisan
“Membangun manusia Indonesia yang berkarakter, berbudaya, dan kompetitif di era global”

Peserta Sayembara
Peserta sayembara adalah siswa SMA/MA/SMK/MAK, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Pendidik meliputi guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Tenaga kependidikan meliputi pengelola satuan pendidikan, penilik, pengawas, peneliti, pengembang, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar.

Ketentuan-ketentuan naskah buku sayembara adalah sebagai berikut.

a. Ketentuan Umum
1. Jenis naskah buku pengayaan pengetahuan alam dan matematika, dapat berupa pengetahuan alam fisik, hayati, flora, fauna; pengetahuan matematika; pengetahuan teknologi dan rekayasa; pengetahuan kebaharian, kedirgantaraan, dan kebumian.

2. Jenis naskah buku pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, dapat berupa pengetahuan sejarah dan kemasyarakatan; pengetahuan keagamaan; pengetahuan perekonomian dan manajemen; pengetahuan budaya, bahasa, seni dan sastra.

3. Jenis naskah buku pengayaan keterampilan vokasional yang meliputi:
a) Keterampilan membuat kriya;
b) Penerapan teknologi rekayasa sederhana;
c) Penerapan teknologi pengolahan;
d) Penerapan teknologi budidaya.

4. Jenis naskah buku pengayaan kepribadian, dimaksudkan untuk mengembangkan karakter: (1) religius; (2) jujur; (3) toleransi; (4) disiplin; (5) kerja keras; (6) kreatif; (7) mandiri; (8) demokratis; (9) rasa ingin tahu; (10) semangat kebangsaan; (11) cinta tanah air; (12) menghargai prestasi; (13) bersahabat/komunikatif; (14) cinta damai; (15) gemar membaca; (16) peduli lingkungan; (17) peduli sosial; (18) tanggung jawab yang dituangkan dalam:

a) Kumpulan pantun
b) Kumpulan puisi
c) Kumpulan cerita pendek
d) Novel
e) Drama
f) Biografi

Naskah buku Biografi, tentang:
a. seseorang yang berjasa dalam suatu bidang yang berguna bagi masyarakat;
b. seorang tokoh di daerah yang mendapat penghargaan dari pemerintah;
c. seseorang yang memiliki karakter yang dapat dijadikan contoh bagi bangsa;
d. seseorang yang memiliki keunggulan dan kelebihan yang berguna bagi masyarakat.

5. Naskah buku ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Naskah diberi identitas: (a) judul naskah; (b) jenis naskah; dan (c) peruntukan pembaca buku (misalnya untuk SD/MI; SMP/MTs; SMA/MA/SMK/MAK), (d) kelompok peserta.

6. Naskah dijilid rapi berupa cetak asli (bukan fotokopi atau dummy).
7. Naskah yang diterima Panitia tidak dikembalikan.

b. Ketentuan Peserta
1. Peserta adalah perorangan.
2. Peserta yang mengirimkan naskah harus melampirkan biodata.
3. Peserta dari siswa SMA/MA/ SMK/MAK harus melampirkan surat pengantar dari sekolah dan fotokopi kartu pelajar.
4. Peserta dari pendidik dan tenaga kependidikan harus melampirkan surat pengantar dari lembaga tempat bekerja dan fotokopi SK pendidik atau tenaga kependidikan.
5. Peserta dari masyarakat umum harus melampirkan fotokopi KTP yang masih berlaku.
6. Peserta yang pernah menjadi pemenang sebanyak tiga kali atau lebih sejak tahun 2001 tidak diperbolehkan mengikuti sayembara ini.

c. Ketentuan Naskah
1. Naskah yang diajukan adalah: a. karya asli, b. tidak berseri, c. tidak sedang diikutsertakan pada sayembara lain, sebagian ataupun seluruhnya, d. belum pernah menjadi pemenang sebagian ataupun seluruhnya dalam sayembara mana pun, dan e. belum pernah diterbitkan sebagian ataupun seluruhnya.

2. Persyaratan di atas harus dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000,00 oleh penulis naskah.

3. Naskah diketik dan dicetak pada kertas A4, spasi 1½, jenis huruf arial, times new roman, atau tahoma, ukuran huruf 12 pt, batas margin tepi kertas 3 cm.

4. Jumlah halaman isi naskah yang ditulis oleh siswa minimal 50 halaman dan yang ditulis oleh pendidik, tenaga kependidikan, dan umum minimal 75 halaman.

5. Penggunaan ilustrasi harus proporsional dan terintegrasi dengan teks, mendukung materi/isi teks serta mencantumkan sumber secara jelas.

6. Naskah buku pengayaan tidak dilengkapi dengan ungkapan tujuan mempelajari/membaca dan tidak dilengkapi latihan, soal, tes, lembar kerja, atau jenis evaluasi lainnya.

7. Naskah buku pengayaan tidak bertentangan dengan idiologi negara, ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, tidak bias gender, serta tidak menimbulkan masalah SARA.

8. Naskah buku pengayaan pengetahuan dan keterampilan harus menggunakan daftar pustaka atas rujukan yang dikutip.

9. Naskah yang dinyatakan sebagai pemenang sayembara, jika ditemukan dan terbukti sebagian atau seluruhnya merupakan jiplakan/plagiasi, segala tanggung jawab hukum yang berkaitan dengan pelanggaran Hak Cipta berada pada penulis naskah. Pusat Kurikulum dan Perbukuan akan membatalkan kemenangannya dan hadiah yang diterima harus dikembalikan kepada negara.

10. Jika suatu naskah buku pengayaan dinyatakan memenangi sayembara, penulis berhak atas penghargaan sayembara tersebut, sedangkan hak cipta (baik hak ekonomi maupun hak moral atas naskah) tetap berada pada penulis sehingga penulis berhak menerbitkannya kepada penerbit yang dipilih.

11. Pemegang hak cipta (hak ekonomi) naskah pemenang sayembara adalah Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan hak moral berada pada penulis.

12. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu judul naskah sayembara.

13. Hasil keputusan Dewan Juri Sayembara tidak dapat diganggu gugat.

d. Hadiah Sayembara

Untuk menghargai kualitas naskah yang memenangi sayembara, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud menyediakan hadiah uang sebagai berikut:

Kelompok Pelajar:
Juara I = Rp. 15,000,000
Juara II = Rp. 10,000,000
Juara III = Rp 7,500,000

Kelompok Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Masyarakat Umum

Juara I = Rp 25,000,000
Juara II = Rp 20,000,000
Juara III= Rp 15,000,000

e. Pengiriman Naskah
Naskah diterima paling lambat tanggal 3 September 2012 dan dialamatkan kepada: Panitia Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2012

Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Badan Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jl. Gunung Sahari Raya No. 4 Jakarta Pusat

f. Pengumuman Pemenang
1. Pengumuman dan pemberian hadiah kepada para pemenang akan dilaksanakan pada bulan November 2012.
2. Calon pemenang sayembara akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti wawancara dengan Dewan Juri dan menghadiri pengumuman pemenang bagi calon yang dinyatakan sebagai pemenang. Jika calon pemenang tidak dapat mengikuti wawancara, maka yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri.

Informasi lebih lanjut tentang sayembara dapat menghubungi Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan website : http://puskurbuk.net , telp.: 021 3804248 , e-mail: sayembara_puskurbuk@yahoo.com facebook: sayembarapuskurbuk

LOMBA NASKAH BUKU PENGAYAAN 2012

Dalam rangka menggali, mengembangkan, dan mendayagunakan potensi menulis di kalangan siswa, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud menyelenggarakan Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan. Kegiatan sayembara ini diperuntukkan bagi para peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan tahun 2012 ini memperebutkan hadiah total lebih dari Rp 1.000.000.000,00 untuk 57 pemenang dari 19 jenis naskah buku pengayaan.

Tema Penulisan
“Membangun manusia Indonesia yang berkarakter, berbudaya, dan kompetitif di era global”

Peserta Sayembara
Peserta sayembara adalah siswa SMA/MA/SMK/MAK, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Pendidik meliputi guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Tenaga kependidikan meliputi pengelola satuan pendidikan, penilik, pengawas, peneliti, pengembang, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar.

Ketentuan-ketentuan naskah buku sayembara adalah sebagai berikut.

a. Ketentuan Umum
1. Jenis naskah buku pengayaan pengetahuan alam dan matematika, dapat berupa pengetahuan alam fisik, hayati, flora, fauna; pengetahuan matematika; pengetahuan teknologi dan rekayasa; pengetahuan kebaharian, kedirgantaraan, dan kebumian.

2. Jenis naskah buku pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, dapat berupa pengetahuan sejarah dan kemasyarakatan; pengetahuan keagamaan; pengetahuan perekonomian dan manajemen; pengetahuan budaya, bahasa, seni dan sastra.

3. Jenis naskah buku pengayaan keterampilan vokasional yang meliputi:
a) Keterampilan membuat kriya;
b) Penerapan teknologi rekayasa sederhana;
c) Penerapan teknologi pengolahan;
d) Penerapan teknologi budidaya.

4. Jenis naskah buku pengayaan kepribadian, dimaksudkan untuk mengembangkan karakter: (1) religius; (2) jujur; (3) toleransi; (4) disiplin; (5) kerja keras; (6) kreatif; (7) mandiri; (8) demokratis; (9) rasa ingin tahu; (10) semangat kebangsaan; (11) cinta tanah air; (12) menghargai prestasi; (13) bersahabat/komunikatif; (14) cinta damai; (15) gemar membaca; (16) peduli lingkungan; (17) peduli sosial; (18) tanggung jawab yang dituangkan dalam:

a) Kumpulan pantun
b) Kumpulan puisi
c) Kumpulan cerita pendek
d) Novel
e) Drama
f) Biografi

Naskah buku Biografi, tentang:
a. seseorang yang berjasa dalam suatu bidang yang berguna bagi masyarakat;
b. seorang tokoh di daerah yang mendapat penghargaan dari pemerintah;
c. seseorang yang memiliki karakter yang dapat dijadikan contoh bagi bangsa;
d. seseorang yang memiliki keunggulan dan kelebihan yang berguna bagi masyarakat.

5. Naskah buku ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Naskah diberi identitas: (a) judul naskah; (b) jenis naskah; dan (c) peruntukan pembaca buku (misalnya untuk SD/MI; SMP/MTs; SMA/MA/SMK/MAK), (d) kelompok peserta.

6. Naskah dijilid rapi berupa cetak asli (bukan fotokopi atau dummy).
7. Naskah yang diterima Panitia tidak dikembalikan.

b. Ketentuan Peserta
1. Peserta adalah perorangan.
2. Peserta yang mengirimkan naskah harus melampirkan biodata.
3. Peserta dari siswa SMA/MA/ SMK/MAK harus melampirkan surat pengantar dari sekolah dan fotokopi kartu pelajar.
4. Peserta dari pendidik dan tenaga kependidikan harus melampirkan surat pengantar dari lembaga tempat bekerja dan fotokopi SK pendidik atau tenaga kependidikan.
5. Peserta dari masyarakat umum harus melampirkan fotokopi KTP yang masih berlaku.
6. Peserta yang pernah menjadi pemenang sebanyak tiga kali atau lebih sejak tahun 2001 tidak diperbolehkan mengikuti sayembara ini.

c. Ketentuan Naskah
1. Naskah yang diajukan adalah: a. karya asli, b. tidak berseri, c. tidak sedang diikutsertakan pada sayembara lain, sebagian ataupun seluruhnya, d. belum pernah menjadi pemenang sebagian ataupun seluruhnya dalam sayembara mana pun, dan e. belum pernah diterbitkan sebagian ataupun seluruhnya.

2. Persyaratan di atas harus dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000,00 oleh penulis naskah.

3. Naskah diketik dan dicetak pada kertas A4, spasi 1½, jenis huruf arial, times new roman, atau tahoma, ukuran huruf 12 pt, batas margin tepi kertas 3 cm.

4. Jumlah halaman isi naskah yang ditulis oleh siswa minimal 50 halaman dan yang ditulis oleh pendidik, tenaga kependidikan, dan umum minimal 75 halaman.

5. Penggunaan ilustrasi harus proporsional dan terintegrasi dengan teks, mendukung materi/isi teks serta mencantumkan sumber secara jelas.

6. Naskah buku pengayaan tidak dilengkapi dengan ungkapan tujuan mempelajari/membaca dan tidak dilengkapi latihan, soal, tes, lembar kerja, atau jenis evaluasi lainnya.

7. Naskah buku pengayaan tidak bertentangan dengan idiologi negara, ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, tidak bias gender, serta tidak menimbulkan masalah SARA.

8. Naskah buku pengayaan pengetahuan dan keterampilan harus menggunakan daftar pustaka atas rujukan yang dikutip.

9. Naskah yang dinyatakan sebagai pemenang sayembara, jika ditemukan dan terbukti sebagian atau seluruhnya merupakan jiplakan/plagiasi, segala tanggung jawab hukum yang berkaitan dengan pelanggaran Hak Cipta berada pada penulis naskah. Pusat Kurikulum dan Perbukuan akan membatalkan kemenangannya dan hadiah yang diterima harus dikembalikan kepada negara.

10. Jika suatu naskah buku pengayaan dinyatakan memenangi sayembara, penulis berhak atas penghargaan sayembara tersebut, sedangkan hak cipta (baik hak ekonomi maupun hak moral atas naskah) tetap berada pada penulis sehingga penulis berhak menerbitkannya kepada penerbit yang dipilih.

11. Pemegang hak cipta (hak ekonomi) naskah pemenang sayembara adalah Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan hak moral berada pada penulis.

12. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu judul naskah sayembara.

13. Hasil keputusan Dewan Juri Sayembara tidak dapat diganggu gugat.

d. Hadiah Sayembara

Untuk menghargai kualitas naskah yang memenangi sayembara, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud menyediakan hadiah uang sebagai berikut:

Kelompok Pelajar:
Juara I = Rp. 15,000,000
Juara II = Rp. 10,000,000
Juara III = Rp 7,500,000

Kelompok Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Masyarakat Umum

Juara I = Rp 25,000,000
Juara II = Rp 20,000,000
Juara III= Rp 15,000,000

e. Pengiriman Naskah
Naskah diterima paling lambat tanggal 3 September 2012 dan dialamatkan kepada: Panitia Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2012

Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Badan Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jl. Gunung Sahari Raya No. 4 Jakarta Pusat

f. Pengumuman Pemenang
1. Pengumuman dan pemberian hadiah kepada para pemenang akan dilaksanakan pada bulan November 2012.
2. Calon pemenang sayembara akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti wawancara dengan Dewan Juri dan menghadiri pengumuman pemenang bagi calon yang dinyatakan sebagai pemenang. Jika calon pemenang tidak dapat mengikuti wawancara, maka yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri.

Informasi lebih lanjut tentang sayembara dapat menghubungi Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan website : http://puskurbuk.net , telp.: 021 3804248 , e-mail: sayembara_puskurbuk@yahoo.com facebook: sayembarapuskurbuk

Reportase Hari pertama TOT ICT ” Blog Sebagai Media Kreatif dalam proses pembelajaran

Alhamdulillah saya jauh-jauh dari Sukabumi menempuh lebih kurang 180 Km meninggalkan Sekolah, siswa-siswiku serta yang terkasih anak-anakku dan My wife dirumah, tidak rugi bahkan mendapatkan pengalaman berharga serta mendapatkan inspirasi dari para narasumber yang Qualifiied. Sejak acara dibuka tepat pada pukul 11.30, hingga penutupan hari pertama pada hari ini Senin 26 Desember 2011, banyak pengalaman yang berharga di dapatkan oleh ku, yang semuanya dirasakan bak mendapatkan air di padang pasir yang gersang. Adapun beberapa pengalaman yang yang dapat di tuliskan sebagai reportase adalah sebagai berikut :

1. Sesie I : 13.00-15.00 : Materi yang disampaikan oleh narasumber yang super ini : adalah mas Agus Sampurno dan Bapak Dr Sony Trilaksono. Mas Agus yang Ikon Guraru (Juara I) merupakan kebanggaan saya dapat bertemu jawara lomba ini : menjelaskan bagaimana media ICT diterapkan dalam pembelajaran dengan pengalaman lapangan mengajar di SD Global International School yang sangat kreatif ini. Guru kreatif yang memiliki blog : Creative Theacher ini banyak memberikan pencerahan bagi para guru se Indonesia untuk menjawab, berbagi dan solusi-solusi kreatif dalam mengajar. Subhanallah. Tidak kalah dengan pak Agus Sampurno, pak Sony Trilaksono menjelaskan tentang peran ICT dalam pembelajaran. Diselingi dengan tes Myers Briggs Type Indicator, beliau memukau para hadirin di acara ini, dengan hasil tes dan karakter serta bidang pekerjaannya. Yang lucu lagi karakter dan kesukaan tentang lambang segitiga, huruf Z, bujur sangkar dan lingkaran yang membuat geerrr para guru. Sungguh pengalaman yang menarik dan pemberian yang berguna dan amat mahal ini.
Sesie II : jam 16.00 – 18.00 : Mas Elga dan pak Dewi dwigitama manggung tentang : Blog kreatif dan menjadi guru yang blogger. Mas Elga secara gamblang memukau kita dengan contoh-contoh blog yang kreatif dan menghasilkan uang dari para blogger dunia seperti matt dan Noah yang Subhanallah memukau kita. Mas Dedi Dwigatama menjelaskan serta memotifasi guru harus aktif menulis di Blog. Luar biasa trainer, motivator guru ini, menantang para hadirin untuk menulis blog setiap ada kesempatan. Subhanallah, menginspirasi sekali.

Di sesi III : pemateri adalah pak Hasan Chabibie dan Omjay. Materi yang disajikan pada pukul 19.30 hingga 21.30 ini adalah : kebijakan Pustekkom dalam pembelajaran ICT. Pak Hasan memberikan informasi yang lengkap dang kongkrit tentang kebijakan Kemendikbud tentang portal ICT seperti : E-Learning dan Rumah Belajar yang memberikan informasi lengkap Subhanallah. Sedangkan Omjay : menantang kita untuk menuliskan pengalaman dihari ketiga ini.

Luar biasa tidak merasa lelah dengan acara dan pendukung lainnya. Makanan yang enak, tempat tidur yang nyaman serta pemateri yang luar biasa. Terima kasih IGI bekasi, Be Blog dan Indosat. Semangat guru untuk ngeblog dengan harapan 120 yang hadir aktif memberikan konten yang positif untuk menghancurkan konten negatif yang menggurita di dunua Maya.

Pengalaman yang tak terlupakan pelatihan di Purwakarta.
Bravo IGI bekasi, Be Blog dan PT Indosat, ku tunggu acara-acara yang menarik dan mencerahkan selanjutnya.

Salam Blogger

Bahar Sungkowo
Ka Bid : Litbang IGI Kab/Kota Sukabumi
Jawa Barat