BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan sejarah pada hakekatnya bertujuan untuk menjadikan siswa mampu mengenal jati dirinya melalui penemuan nilai –nilai positif yang harus diteladani, dan nilai –nilai negatif yang harus ditinggalkan serta tidak terulang lagi. Maka dari itu pembelajaran sejarah disebut sebagai transfer of value. Namun perkembangan sejarah disekolah dasar sampai menengah dirasakan banyak yang masih kurang baik, khususnya dalam hal merancang program pembelajaran sejarah kurikulum (Hamid, Hasan , 1996).
Merancang program pembelajaran sejarah di kelas adalah tugas dan tanggungjawab guru sejarah. Guru sebagai salah satu pilar utama yang paling pokok dalam penentuan proses keberhasilan dalam suatu pembelajaran , guru berfundamental dalam menentukkan masa depan generasi muda. Peran itupun sangat ideal jika dilakukan oleh seorang guru sejarah. Apalagi dihubungkan dengan penanaman nilai patriotisme bangsa. Permasalahan yang dihadapi oleh guru mengapa perkembangan pendidikan sejarah di Indonesia selalu mengalami kegagalan adalah : 1.Pendidikan dan pengajaran sejarah seringkali bersifat doktrin sehingga moralitas sering diabaikan.
2. Kurikulum yang kurang jelas membuat guru sejarah textbook sehingga kurang kreatif mengembangkannya.
3. Ilmu sejarah kurang diaplikasikan dalam nuansa yang menarik terutama berkaitan dengan sistem proses belajar mengajar disekolah yang terasa kering.
4. Minimnya literatur sejarah dan rendahnya keterampilan guru sejarah dibidang teknologi
5. Obyek sejarah hanya dijadikan tempat rekreasi saja bukan pemahaman terhadap sejarah itu sendiri.
Pembelajaran sejarah di SMP memang sampai saat ini masih menggunakan pembelajaran yang konvensional. Para siswa hanya diberikan ceramah, yang akan berlanjut pada tes psikomotorik / kognitif mengenai kebenaran atas kejadian masa lampau. Siswa hanya disuruh menghafal seluruh buku mata pelajaran yang isinya angka tahun, dan kronologi kejadian, tanpa adanya proses pemahaman yang bermakna dari pesan moral yang terkandung dalam mata pelajaran sejarah tersebut sehingga pelajaran sejarah dianggap kering dan verbalistik.
Sungguh sangat ironis dan memprihatinkan bahwa pembelajaran sejarah yang begitu kaya dengan makna dan pelajaran yang berharga kering akan makna dan pelajaran. Sejarah adalah batu loncatan ke masa depan yang membantu kita untuk mengadakan perubahan kearah perbaikan dan kemajuan. Hal-hal yang sangat penting dalam mengatasi problematika pembelajaran sejarah konvensional ini adalah dengan penerapan pembelajaran sejarah yang spektakuler dan quantum.
Sekali lagi peran guru menentukan keberhasilan pembelajaran sejarah. Guru yang berparadigma maju dan moderat mampu menghadirkan pembelajaran yang ilmiah, kritis, aktif dan terprogram (IKAT). Guru yang mengikat (mengajar dengan ilmiah, kritis, aktif dan terprogram) ini selalu banyak akal dalam menciptakan terobosan-terobosan dalam mengajar, baik menggunakan media, model, pendekatan atau metode mutakhir.
Situasi dan kondisi saat mengajar sejarah yang terkesan monoton, membosankan, interaksi satu arah, siswa ditekankan dengan hapalan-hapalan tentang peristiwa-peristiwa sejarah seperti kapan terjadinya perang Diponegoro, apa isi perjanjian Linggajati, siapa tokoh sentral peristiwa pertempuaran 1 Maret dan lain sebagainya. Inilah faktor-faktor yang membuat pelajaran IPS kajian sejarah tidak menarik dan tidak dianggap penting oleh siswa.
Bagi guru sejarah profesional kondisi diatas menjadi tantangan bukan menjadi momok yang menjadikannya pasrah tak berdaya. Kondisi ini sama seperti yang dialami oleh penulis dalam mengajar sejarah. Dengan guru aktif sementara siswa pasif jelas berdampak 3D (dengar, diam dan dengkur alias tidur). Materi yang bermakna hilang terbawa rasa kantuk siswa karena mendengarkan dongeng pengantar tidur.
Solusi harus dicari bagaimana cara mengajar sejarah yang efektif dan efisien. Maka penulis melakukan komikisasi materi-materi pelajaran dengan berbasiskan komputer atau yang penulis akronimkan kokom (komik komputer). Komikisasi adalah media yang berfungsi untuk memaparkan model pembaharuan mata pelajaran sejarah yang ceritanya dikemas dengan cerita–cerita bergambar yang menarik , sehingga cerita bergambar peristiwa sejarah maupun tokoh sejarah tersebut , makin menjadi kebutuhan bagi semua kalangan baik tua maupun muda.
Pendekatan visualisasi dengan komik biasanya digunakan untuk menarik minat baca siswa dan mempermudah siswa dalam memahami materi yang disampaikan. Dari situlah budaya masyarakat tumbuh dan dengan mudah kita dengan mudah menemukan pembaca –pembaca buku dari berbagai usia disetiap lorong–lorong densha (kereta listrik) bus ataupun kursi tunggu di eki (stasiun densha) dan halte bus (Romi Satriowahono,2008).
1.2.Fokus pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran
Berdasarkan uraian latar belakang, penulis menitikberatkan pada pengembangan serta pemanfaatan media pembelajaran yang menjadikan siswa berminat dalam belajar. Media yang dikreasikan dengan penggunaan teknologi dan perangkat elektronik dengan penampilan yang kaya dengan gambar-gambar menarik dipadu warna dan latar yang bagus akan memberikan nuansa belajar yang berbeda.
Adapun pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran dalam pembelajaran yang penulis susun adalah : KOKOM SARAH (Komik Komputer Sejarah)
1.3. Rumusan masalah dan pertanyaan penelitian
1.3.1 Apakah dengan menggunakan media kokom sarah (komik Komputer Sejarah)) yang disarikan dari materi-materi sejarah dapat meningkatkan hasil belajar pelajaran sejarah?
1.3.2. Apakah dengan menggunakan media kokom sarah (Komik Komputer Sejarah) yang disarikan dari materi-materi sejarah dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam mempelajari pelajaran sejarah?
1.4. Tujuan dan manfaat pembelajaran
1.4.1 Tujuan pembelajaran
1.4.1.1 Tujuan umum
Meningkatkan minat dan hasil belajar IPS kajian Sejarah materi imperialisme dan kolonialisme barat di Indonesia sehingga siswa lebih mencintai sejarah bangsanya.
1.4.1.2. Tujuan Khusus
• Menerapkan pembelajaran yang IKAT (ilmiah, kritis, aktif dan terprogram) menggunakan komik komputer sejarah (kokom sarah).
• Menyampaikan materi-materi sejarah dengan menarik, menyenangkan, serta mudah dipahami oleh siswa.
• Menerapkan media moderen yang sangat efektif dan efisien dalam upaya meningkatkan hasil belajar IPS kajian sejarah.
1.4.2. Manfaat pembelajaran
1.4.2.1. Bagi siswa
• Memudahkan pemahaman materi-materi IPS kajian sejarah yang disampaikan oleh guru kepada siswa.
• Mengajarkan siswa untuk belajar lebih kreatif, inspiratif dan aktraktif.
• Mendapatkan pengalaman belajar dalam membuat komik computer sejarah.
1.4.2.2. Bagi Guru
• Memperbaiki kinerja guru.
• Menciptakan proses pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan.
• Meningkatkan profesionalisme guru dalam peningkatan kualitas pembelajaran.
1.4.2.3. Bagi Sekolah
• Menemukan solusi bagi peningkatan kemampuan guru dan siswa dalam memanfaatkan berbagai pembelajaran yang efektif.
• Memperbaiki kegiatan pembelajaran IPS kajian Sejarah yang lebih inovatif, kreatif, menyenangkan dan tidak monoton.
• Membantu sekolah dalam memberikan media yang menggunakan sarana internet sebagai alternatif e-learning di kelas.

1.5. Definisi Operasional
1.5.1 Komik Komputer : Bacaan cerita bergambar yang mengidolakan /menggambarkan
tokoh-tokohnya (dalam majalah, surat kabar atau berbentuk buku)dimana pembuatannya menggunakan kanvas yang berkaitan dengan listrik atau ilmu Komputer(definisi penulis)
1.5.2. Minat Belajar : Kegemaran, kesukaan, kecenderungan melakukan kegiatan mendapatkan pengetahuan atau ilmu (Leonardo D Massam. 2000)
1.5.3. Hasil Belajar : Sesuatu yang terjadi oleh sesuatu kerja atau perolehan sebagai
Akhir dari proses dalam kegiatan mendapatkan pengetahuan
ilmu (Leonardo D Massam. 2000)
1.5.4.IPS Sejarah : Salah satu rumpun ilmu-ilmu social yang mempelajari seperangkat
peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yang berkait erat dengan
peristiwa masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang.
( Nana Supriatna. 2007)

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kajian teori-teori yang relevan dan hasil-hasil penelitian sebelumnya
2.1.1. Teori tentang media pembelajaran
Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi efektivitas pembelajaran.
Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti :buku, film,video dan sebagainya.
Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
2.1.2. Teori Teknologi Informatika dalam pembelajaran
Seels & Richey (1994) beberapa disiplin ilmu lain yang menjadi akar intelektual teknologi pembelajaran adalah psikologi, rekayasa (engineering), komunikasi, ilmu komputer, bisnis, dan pendidikan (Miarso, 2004: 200).Teori atau pendapat ini menjelaskan bahwa pembelajaran dapat diberikan dengan disiplin ilmu yang berkait erat dengan teknologi seperti komputer, rekayasa (engineering), kumunikasi dan lain-lainnya.
2.1.3. Teori pembelajaran kontruktivisme (Piaget)
Kontruktivisme berpandangan bahwa pengetahuan diperoleh langsung oleh siswa berdasarkan pengalaman dan hasil interaksi dengan lingkungan sekitar. Siswa tidak belajar sendiri saja melainkan belajar dengan hal-hal yang berada di sekitarnya, termasuk dengan orang lain serta media elektronik yang dapat berinteraktif dengannya.
2.2. Temuan hasil-hasil penelitian
Indah Rahmawati S.Pd (2007), dengan judul Lesson Study nya : Media permainan meningkatkan motivasi siswa. Media yang digunakan adalah table carpet. Hasil yang diperoleh sangat signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
Kelompok Mahasiswa IPA Biologi STAIN Cirebon (2006), dengan judul penelitian : Efektivitas pembelajaran menulis eksplositori dengan berbasis media gambar, audio, dan lingkungan pada siswa kelas VII SMP negeri 12 Makassar. Dengan Hasil peningkatan kemampuan menulis eksplositori dengan peningkatan sebesar 2.880. Disamping itu media memudahkan siswa memahami materi yang di ajarkan guru.
B.Sungkowo (2007), dengan judul PTK : Media Belajar Aktif (MBA) sebagai alternatif media pembelajaran ekonomi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa SMP. Hasil yang diperoleh meningkatnya rata-rata prestasi siswa dari 81.83 menjadi 83.65.
2.3. Media yang dikembangkan
Mengajar dengan menarik serta membuat siswa termotivasi untuk belajar membutuhkan kreasi serta media yang tepat. Dengan kreasi dan media yang tepat memudahkan ketercapaian tujuan pembelajaran yakni hasil belajar siswa meningkat.
Inti dari belajar adalah bagaimana siswa dapat menerima pelajaran dari guru yang mengajarkan ilmu pengetahuan. Menurut Miarso (2002) bahwa belajar itu ada di mana saja, kapan saja dan pada siapa saja, mengenai apa saja, dengan cara dan sumber apa saja yang sesuai dengan kondisi dan keperluan atau kebutuhan.
Jadi pendapat semua para ahli pendidikan dan pengajaran sepakat bahwa media sebagai sumber belajar dapat mendatangkan hasi yang optimal terhadap minat dan hasil belajar siswa. Karena itu, pengembangan media untuk mewujudkan minat dan hasil belajar pada pelajaran IPS kajian Sejarah adalah dengan menggunakan kokom sarah (Komik Komputer sejarah).
Kokom sarah (Komik komputer sejarah) adalah media yang menggunakan teknologi canggih yakni Komputer dengan berbasiskan jaringan internet dan elektronik. Karena itu kokom sarah membutuhkan kemampuan menjalankan komputer plus internet. Media ini sangat digemari para remaja. Terbukti, betapa ramainya warung-warung internet yang diambangi. Siapapun dia, tidak ada yang tidak tahu computer dan internet. Mulai dari pelosok desa hingga ke kota, komputer dan internet bukan merupakan sarana yang asing akan tetapi sudah sangat-sangat akrab bagi remaja kita.
Kokom sarah (Komik komputer sejarah) dikembangkan agar para siswa menyenangi pelajaran sejarah. Penulis menjadikan materi sejarah yang banyak dengan tulisan-tulisan dengan pemaparan yang membosankan menjadi tampilan yang berbeda. Adapun pengembangan yang bisa penulis gambarkan adalah sebagai berikut :
2.3.1. Mensarikan materi IPS sejarah yang diajarkan untuk di”komikisasikan”.
2.3.2. Siapkan perangkat komputer dengan syarat sebagai berikut :
a. komputer tersebut harus dilengkapi dengan modem, baik modem internal maupun modem ekternal.
b. komputer dengan prosessor 100Mhz, lebih tinggi lebih baik.
c. Memiliki jaringan telepon atau wireless.
d. Menginstal program Internet (browse) ke dalam komputer, misalnya Internet Explorer.
e. Mendaftar diri ke ISP (perusahaan penyelia jasa internet) yang ada semisal : RADNET, INDONET, MEGANET, atau TELKOMNET.
2..3.3. Fungsikan jaringan internet dengan vendor komik komputernya, sebagai berikut :
1. Hubungkan komputer ke ISP
2. Setelah komputer terhubung ke ISP, klik ganda ke Internet Explorer,
3. Klik menu search,
4. Ketik web atau data yang akan dicari pada kotak yang tersedia dengan mengetik http://www.pixton.com, maka kita akan dapatkan data-data yang berhubungan dengan pixton comic. Pilihlah login klik akan muncul perintah masukkan nama layar komik kita dan password kita. Setelah diisi dan login maka akan muncul layar komik kita.Syaratnya kita telah daftar sebagai pengguna .Kokom sarah yang dikembangkan dari materi-materi sejarah yang telah jadi dikomikisasi kemudian di sempurnakan serta di “save” untuk kemudian digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penulis juga mengembangkan LKS kokom sarah untuk memberikan pemahaman yang kuat atas materi yang dipelajari.
Dalam menyiapkan media komik komputer ini sangatlah mudah, karena semua tampilan telah disediakan oleh pixton, penulis hanya mengkreasikan dalam tampilan dialognya, tokoh dialognya dan latar belakang yang sesuai dengan komik yang dibuat. Setelah selesai di save atau disimpan untuk dapat ditampilkan.
Dibawah ini adalah hasil dari kokom sarah yang menjadi media belajar :
Gambar 1 :
MATERI : IMPERIALISME DAN KOLONIALISME BARAT DI INDONESIA

Gambar : 2
MATERI : PROSES IDENTITAS NASIONAL

Gambar : 3
MATERI : PENGERTIAN IMPERIALISME DAN KOLONIALISME BARAT DI INDONESIA

Catatan : Untuk melihat hasil selengkapnya kita harus online di Internet http://www.pixton.com.
2.4. Kerangka Berpikir
Dari kerangka teori dan hasil-hasil penelitian sebelumnya, maka penulis menjabarkan beberapa tafsiran dari kerangka berpikir sebagai berikut :
2.4.1. hubungan antara teori-teori belajar dan penggunaan media pembelajaran memberikan pemahaman berpikir kita bahwa : belajar akan dapat efektif, efisien dan memberikan kemudahan menyerap informasi pelajaran dengan menggunakan media belajar. Teori Gagne mengatakan : “belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi lingkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapasitas baru”. Pada riset-riset tentang pembelajaran oleh para ahli pendidikan mutakhir menjelaskan bahwa proses pemercepatan belajar akan bisa dicapai apabila kondisi kelas menyenangkan.dari hubungan-hubungan diatas menegaskan bahwa : media kokom sarah (komik komputer sejarah) yang digunakan dalam pembelajaran IPS kajian sejarah dapat meningkatkan minat dan hasil belajar sebagai bentuk dari kapasitas baru pembelajaran.
2.4.2. Hubungan antara media kokom sarah dengan efektivitas ataupun kondisi kelas pembelajaran yang prestatif. M.Uzer Usman (2000) dalam bukunya : Efektivitas media pembelajaran atau alat peraga yang digunakan untuk menanamkan materi kepada siswa adalah media yang sesuai dengan materi yang disampaikan. Maka penegasan penulis : Jika media kokom sarah diterapkan untuk mengukur peningkatan minat dan hasil belajar, maka sangat tepat dan sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian ilmiah dan terukur.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Jenis penelitian
Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian sederhana mengukur kualitatif pembelajaran menggunakan media kokom sarah. Karena sifatnya kualitatif maka penelitian ini hanya mengukur pengaruh media terhadap komponen yang diukur yakni minat dan hasil belajar siswa.
3.2. Subyek penelitian
Subyek penelitian adalah adalah siswa kelas VIII-B SMP Internat Al-Kausar Sukabumi. Subyek berjumlah 18 orang dan semuanya berjenis kelamin laki-laki. Adapun pertimbangan subyek pembelajaran yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran dikarenakan kelas VIII-B secara psikologis mengalami kemunduran dalam semangat belajar, kejenuhan atau kebosanan dan menurunnya nilai-nilai ulangan harian baik dalam pelajaran sejarah atau pelajaran yang lainnya.Disamping itu, dalam hal konsentrasi dalam belajar amat rendah dengan indikasi banyak bermain, kadang tertidur dikelas, dan tidak bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tes atau ulangan. Penulis menganggap pas karena dengan inovasi pembelajaran menggunakan komik elektronik berbasis internet ini prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan.
3.3. Teknik dan Instrumen pengumpulan data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian kualitatif sederhana ini (Seville dkk) adalah :
1. Pengamatan;
Pengamatan dalam istilah sederhana adalah proses peneliti dalam melihat situasi penelitian. Teknik ini sangat relevan digunakan dalam penelitian kelas yang meliputi pengamatan kondisi interaksi pembelajaran, tingkah laku anak dan interaksi anak dalam kelompoknya. Pengamatan dapat dilakukan secara bebas dan terstruktur. Alat yang bisa digunakan dalam pengamatan adalah lembar pengamatan, ceklist, catatan kejadian dan lain-lain.
2. Pertanyaan;
Teknik pertanyaan yang efektif akan membantu pengumpulan data yang akurat, karenanya Fox (dalam Sevilla, 1993) memberikan kreteria karakteristik pertanyaan yang efektif sebagai berikut; (a) bahasanya jelas, (b) ada ketegasan isi dan periode waktu, (c) bertujuan tunggal, (d) bebas dari asumsi, (e) bebas dari saran, dan (f) kesempurnaan dan konsistensi tata bahasa.
3. Angket atau kuesioner (questionnaire)
Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan presepsinya.
4. Studi dokumenter (documentary study)
Studi dokumenter merupakan merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen,baik dokumen tertulis,gambar maupun elektronik. Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis (diurai), dibandingkan dan dipadukan (sintesis) membentuk satu hasil kajian yang sistematis, padu dan utuh. Jadi studi dokumenter tidak sekedar mengumpulkan dan menuliskan atau melaporkan dalam bentuk kutipan-kutipan tentang sejumlah dokumuen yang dilaporkan dalam penelitian adalah hasil analisis terhadap dokumen-dokumen tersebut.
Adapun instrumen pengumpulan data sebagai berikut :
1. Skala sikap : Skala Likert: skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tenga objek atau fenomena tertentu. Skala Likert memiliki 2 bentuk pernyataan, yaitu: pernyataan positif dan negatif.
Pernyataan positif diberi skor 5,4,3,2, dan 1; sedangkan bentuk pernyataan negatif diberi skor 1,2,3,4 dan 5. Bentuk jawaban skala Likert terdiri dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.
2. Uji Komptetensi : menanyakan materi yang telah dipelajari.
3. Lembar angket
4. Portofolio dalam bentuk LKS dan latihan-latihan.
Berkaitan dengan validitas dan relibilitas instrumen pengumpulan data penelitian ini dijelaskan sebagai berikut : Untuk validitas digunakan instrumen data dengan : skala sikap, uji kompetensi, lembar angket dan portofolio akan menghasilkan data yang sahih karena data sesuai dengan alat / instrumen ukur yang digunakan. Sedangkan relibilitasnya menghasilkan data yang diukur dengan keterandalan tes yang dilakukan. Jadi masalah vaiditas dan reliabilitas tes dalam penelitian kualitatif ini dapat dipertanggungjawabkan.
3.4 Teknik analisis data
Teknik analisis data yang dilakukan dapat digunakan kaidah yang dua yakni kualitatif dan kuantitatif. Data dengan kaidah kualitatif dengan mengolah, merekayasa, menyempurnakan data saat data diperoleh artinya langsung diolah serta dengan data adalah untuk membedah fenomena (keadaan) dan sekaligus menganalisis fenomena untuk mengkonstruksi teori temuannya. Sedangkan analisis dalam penelitian kuantitatif ialah untuk menguji teori.Sedangkan penggunaan dengan analisis kuantitatif dari data adalah setelah semua data-data sudah terkumpul semua dalam satu penilaian. Analisis kuantitatif digunakan pula untuk menjawab pertanyaan tertang teori yang di sampaikan.
Langkah langkah yang ditetapkan dalam analisis data dengan sistem kualitatif adalah dengan step by step yakni : (1) mengumpulkan data dari instrument yang digunakan.Data yang dihasilkan akan memberikan kekuatan untuk menguji teori. (2) Reduksi data yakni seleksi data, pemfokusan dan mengklasifikasi data sehingga lebih spesifik (3) Melaksanakan kegiatan display atan penyajian data. Yaitu data yang diperoleh tersebut bisa disajikan dalam bentuk matrik maupun tabel-tabel yang bisa mewakili karakter yang diperlukan.(4) Membuat simpulan sementara dan menguji kembali dengan metode triangulasi, baik menggunakan triangulasi peneliti, teori, data, maupun metode.(5) Dan tahap terakhir, yaitu membuat pernyataan atau simpulan mengenai apa yang dimengertinya secara bulat tentang suatu masalah yang diteliti dalam bahasa kualitatif yang diskriptif dan bersifat interpretatif.
3.5. Prosedur penelitian
Penelitian kualitatif secara sederhana ditetapkan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
3.5.1. Penentuan kendala belajar yang dirasakan, memikirkan solusi dan mendefinisikan serta merumuskan permasalahan yang krusial.
Tahap ini ditentukan dengan : “ kondisi belajar dikelas seperti penurunan semangat belajar, penurunan nilai dan tidak ataupun hilang minat. Setelah itu di pikirkan solusinya yakni dengan pengunaan media kokom sarah (komik komputer sejarah). Dengan kokom sarah dilakukanlah penelitian dengan merumuskan masalahnya.
3.5.2. Pelaksanaan penelitian
Penelitian pembelajaran dilaksanankan selama kurang lebih 2 bulan atau 6 kali pertemuan, sejak bulan pertengahan 22Oktober 2009 hingga 17 Desember 2009. Adapun paparan yang rinci akan dilampirkan pada bagian lampiran.
3.5.3. Pengelolaan hasil penelitian
Pengolahan hasil dilakukan dari tanggal 18 Desember hingga 30 Desember 2010. Hasil yang diolah diharapkan dapat menggambarkan peningkatan minat dan hasil beajar siswa.
3.5.6. Penyusun laporan penelitian
Laporan disusun dengan prosedur laporan penelitian kualitatif.Informasi yang dimuat akan member gambaran akan kualitas media dan hasil pembelajaran apakah terdapat dampak yang signifikan. Laporan disusun dalam bentuk karya tulis untuk kepentingan pengembangan profesionalitas guru.

BAB IV
LAPORAN HASIL
4.1. Hasil Penelitian
Hasil penelitian kualitatif yang dilakukan penulis, secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut :
4.1.1. Nilai pengamatan
Nilai pengamatan diukur dengan skala dengan skor 4-3-2-1 dimana urutannya sebagai berikut :Baik sekali, Baik, Cukup baik, kurang.
Dari pengamatan didapatkan data sebagai berikut :
No Aspek yang diamati Hasil pengukuran/pengamatan Keterangan
Tertinggi Terendah
1 Rata-rata nilai perorangan 4 2.5 Selisih 1.5
2 Nilai yang diperoleh per item 4 1 Selisih 3 poin
3 Nilai di aspek pengamatan Aspek 1 Aspek 3 –
4 Nilai rata-rata Aspek 3.5 2.4 Selisih 1.1.

Catatan : Keterangan sejelasnya akan dilampirkan di bagian lampiran
4.1.2. Nilai pertanyaan
Nilai pertanyaan dilaksanakan dengan uji kompetensi setelah diberikan pembelajaran menggunakan kokom sarah. Nilai uji kompetisi adalah hasil dari materi yang disampaikan. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut :
Nilai UH 1
No Keterangan Aspek Hasil
1 NILAI TERTINGGI 90
2 NILAI TERENDAH 60
3 RATA-RATA 79.44
4 SELISIH NILAI TERTINGGI – TERENDAH 30

Nilai UH 2 :
No Keterangan Aspek Hasil
1 NILAI TERTINGGI 100
2 NILAI TERENDAH 70
3 RATA-RATA 85.90
4 SELISIH NILAI TERTINGGI – TERENDAH 30

Catatan : lebih lengkapnya dapat dilihat di lampiran
4.1..3. Nilai Angket
No Pernyataan angket Prosentase opsi angket
Ya (%) Tidak (%)
1 Apakah dengan media Komet Bit memberikan kemudahan dalam belajar? 100 0
2 Apakah dengan media Komet Bit dirasakan dapat meningkatkan prestasi belajarmu? 100 0
3 Apakah dengan media komet Bit dapat menjadikan senang dalam belajar? 83,3 16,7
Dstnya …..
Total 855,5 145,3
Rata-rata 85,5 14,5
Catatan : Lengkapnya ada di lampiran
4.2. Analisis hasil penelitian
Dari data yang diuraikan diatas, penulis memberikan beberapa tanggapan analisis hasil penelitian sebagai berikut :
4.2.1. Terbukti bahwa kualitas dalam minat dan hasil belajar siswa kelas VIII-B berubah lebih baik secara signifikan ketika media yang digunakan adalah kokom sarah.Hal ini jelas dibuktikan dengan hasil instrumen dengan data yang terkumpul pada tes / uji kompetensi.
4.2.2. Terbukti terjadi kondisi yang semakin baik dalam semangat serta minat siswa dengan hasil tes angket yang mana terjadi hasil yang sempurna (100%) pada pernyataan-pernyataan yang menggambarkan serta penilaian tentang minat, mudah dan peningkatan prestasi.
4.2.3. Terbukti terjadi peningkatan dalam proses pembelajaran dimana hasil data menunjukkan keadaan yang menggembirakan dengan keadaan yang kondusif bahwa media kokom sarah sangat disenangi serta membantu pemahaman siswa sehingga hasi beajar menjadi meningkat.
Secara umum analisis hasil penelitian berhasil menjawab segala kendala yang dirasakan dalam pembelajaran sejarah yang tadinya membosankan, sulit dipahami, dan tidak menarik dengan kokom sarah menjawab bahwa media ini dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Sehingga disimpulkan bahwa penelitian ini berhasil melalui media kokom sarah.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Penggunaan media kokom sarah dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas VIIIB SMP Internat Al-kausar dalam penelitian ini dapatlah disimpulkan :
5.1.1. Media komputer dengan fasilitas internet dalam strategi apapun sangat menarik dan diminati oleh siswa. Hal ini disebabkan media ini sangat membantu dalam memahami materi pembelajaran.
5.1.2. Komik adalah buku yang berisikan gambar berdialog tentang suatu tokoh dan peristiwa. Media ini juga sangat diminati oleh siswa karena menarik dan mudah dipahami melalui gambar-gambarnya.
5.1.3. Lebih menarik kedua media ini disatukan maka terwujudlah kokom sarah (komik komputer sejarah). Sangat menarik dimana siswa membaca komik, juga dapat membuat komik dengan mudah, serta langsung dapat browsing mencari informasi yang berkaitan dengan komik tersebut. Kokom sarah memberikan pemahaman, keminatan terhadap sejarah serta meningkatkan hasil belajar siswa.
5.2. Saran Saran
Adapun saran-saran yang disampaikan :
5.2.1 Guru disarankan untuk belajar media ICT sehingga dapat membuat komik komputer untuk menggantikan materi yang disampaikan dengat note style yang membosankan.
5.2.1. Guru disarankan untuk lebih menambah teori-teori yang mendukung keberhasilan pembelajaran menggunakan ICT sehingga daya keilmiahan tulisannya semakin kuat.
5.2.1. Penelitian agar lebih lama lagi waktunya serta diperbanyak media komiknya.
DAFTAR PUSTAKA

Hasan Hamid. 1998.Perencanaan pembelajaran. Bandung.PT Rosda Karya.
Massam D Leonardo Dkk. 2000. Kamus praktis Bahasa Indonesia.Surabaya. Penerbit Karya Utama.
Miarso Yusufhadi,2004 . Teknologi Pendidikan. Artikel Internet
Riduan. 2004.Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan Dan Peneliti Pemula. Bandung. Alfabeta.
Satriowahono Romi, 2008. Komikisasi materi pembelajaran. Artikel Internet.
Sardiman Dkk, 2009. Pembelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMP dan MTs. Solo .Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Sungkowo.B.2007. Media Belajar Aktif sebagai alternative media pembelajaran IPS dalam meningkatkan prestasi siswa SMP. Karya Tulis
Supriatna Nana Dkk, 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk kelas VIII SMP. Bandung. Grafindo Media Pratama.
Sevilla, Consuelo, G. 1993. Pengantar Metode Penelitian. Diterjemahkan oleh Alimuddin Tuwu. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Uzer M Usman. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung. PT.Rosda Karya
http://www.google.co.id
http://www.pixton.com

One response »

  1. baharsejarah mengatakan:

    Makalah saya ini dipersembahkan kepada rekan-rekan guru yang membutuhkan contoh tulisan untuk mengikuti lomba kreasi dan inovasi media pembelajaran SMP karena karya ini masuk Final pada event ini. Silahkan kalau ada yang berminat dapat Copas tulisan saya. Salam

    Bahar Sungkowo S,Pd
    SMP Internat Al-Kausar Sukabumi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s